Alasan Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa dalam Melawan VOC

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada abad ke-17, VOC memonopoli perdagangan yang ada di Indonesia. Namun, pada saat menguasai kerajaan Banten ada perlawanan dari Sultan Ageng Tirtayasa. Ada alasan perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa dalam menghadapi VOC.
Sultan Ageng Tirtayasa merupakan salah satu rasa Banten yang berkuasa sejak 1651 hingga 1683. Pada masa kepemimpinannya, Tirtayasa melakukan berbagai cara untuk memerangi pihak Belanda.
Alasan Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa
Dikutip dari buku Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial karya Mila Saraswati (2008: 116), Sultan Ageng Tirtayasa menerapkan kebijakan anti VOC di Banten. Pada tahun 1656, pasukan Sultan Ageng Tirtayasa menyerang Batavia dari arah barat dan timur.
Ada beberapa alasan perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa untuk melakukan perlawanan terhadap VOC, yaitu sebagai berikut.
VOC menerapkan monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten.
VOC menghalangi kegiatan perdagangan di Banten.
Blokade yang dilakukan oleh VOC terhadap kapal dagang dari Cina dan Maluku ke Banten berhasil dilakukan, sehingga membuat Tirtayasa semakin tidak menyukai VOC.
Adanya persaingan antara Belanda dengan Banten karena VOC membangun bandara perdagangan juga di Batavia.
Hasutan VOC terhadap Sultan Haji yang merupakan putera Sultan Ageng Tirtayasa untuk merebut tahta kesultanan Banten.
Perang gerilya pun dilakukan oleh pasukan Sultan Ageng Tirtayasa dengan merampas dan merusak kapal serta perkebunan teh pihak VOC. Belanda membalasnya dengan memblokade kapal-kapal yang menuju Banten.
Bentuk dan Hasil Perlawanan
Dalam melakukan perlawanan terhadap VOC, Sultan Ageng Tirtayasa menggunakan beberapa strategi dengan hasil yang berbeda-beda, yaitu sebagai berikut.
1. Bentuk Perlawanan
Mengundang para pedagang Eropa dan Asia untuk memulihkan posisi Banten sebagai bandar perdagangan internasional.
Mengirimkan beberapa pasukannya untuk mengganggu kapal dagang VOC.
Melakukan perusakan beberapa kebun tanaman tebu milik VOC untuk memberi tekanan dan memperlemah kedudukan VOC.
Mengobarkan semangat anti VOC.
Pasukan Sultan Ageng Tirtayasa mengepung istana Surosowan dan mendesak Sultan Haji yang berkomplotan dengan Belanda.
Melakukan berbagai serangan dengan taktik gerilya.
2. Hasil Perlawanan
Perlawanan yang dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa tidak seluruhnya mengalami kegagalan. Namun, perlawanan yang dilakukan juga tidak bisa mendapatkan kemenangan atas VOC.
Tahun 1683, Sultan Ageng Tirtayasa diketahui berhasil ditangkap oleh VOC dengan tipu muslihat. Sultan Ageng Tirtayasa ditawan di Batavia sampai beliau wafat pada tahun 1692.
Baca Juga: Mengapa Kita Perlu Mempelajari Sejarah? Ini Jawaban Lengkapnya
Itulah alasan Sultan Ageng Tirtayasa melakukan perlawanan terhadap VOC. Meskipun tidak bisa mendapatkan kemenangan, namun membawa kemajuan di Banten. (Umi)
