Konten dari Pengguna

Alasan Umat Islam Diwajibkan untuk Berdakwah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mendengarkan dakwah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mendengarkan dakwah. Foto: Unsplash

Dalam ajaran Islam berdakwah merupakan salah satu perintah dari Allah SWT untuk seluruh umatnya. Berdakwah sendiri adalah mengajak seseorang menuju ke dalam hal kebaikan, berdakwah bukan hanya melalui ceramah atau pengajian.

Melainkan bisa dilakukan dengan santai dan ringan. Apalagi saat ini sudah ada media sosial yang tentunya sangat membantu dalam hal dakwah. Pada artikel ini akan membahas mengenai pengertian dakwah hingga alasan mengapa umat Islam diwajibkan untuk berdakwah.

Pengertian Dakwah

Ilustrasi seorang pendakwah. Foto: Pexels

Secara bahasa, kata dakwah berasal dari kata yad'u (fiil mudhari) dan da'a (fiil madli) dalam bahasa Arab yang artinya memanggil, mengundang, mengajak, menyeru, mendorong, atau memohon.

Sementara menurut istilah, dakwah dapat diartikan sebagai usaha untuk menyampaikan kepada orang lain agar masuk ke jalan Allah secara menyeluruh, baik dengan lisan, tulisan maupun perbuatan sebagai ikhtiar umat Muslim.

Dakwah menjadi bagian yang sangat esensial dalam kehidupan seorang Muslim, di mana esensinya berada pada ajakan dorongan (motivasi), rangsangan, serta bimbingan terhadap orang lain untuk menerima ajaran agama Islam dengan penuh kesadaran.

Perintah Berdakwah

Ilustrasi masjid sebagai salah satu tempat untuk berdakwah. Foto: Unsplash

Dikutip dari buku Pengantar Sejarah Dakwah karya Wahyu Ilaihi, dkk., (2018) dijelaskan ada beberapa ayat Alquran yang secara langsung memerintahkan umat Islam untuk berdakwah.

Yang pertama dijelaskan di dalam surat Al-Ahzab ayat 45-46:

Artinya: "Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah atas izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi." (QS. Al-Ahzab: 45-46)

Yang kedua dijelaskan di dalam surat Adz-Dzariyat ayat 55:

Artinya: "Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin." (QS. Adz-Dzariyat: 55)

Yang ketiga dijelaskan di dalam surat At-Thur ayat 29:

Artinya: "Maka tetaplah memberi peringatan, karena dengan nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila." (QS. At-Thur: 29)

Alasan Umat Islam Diwajibkan untuk Berdakwah

Ilustrasi seorang pendakwah. Foto: Pexels

Ada beberapa alasan yang membuat umat Islam diwajibkan untuk berdakwah, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Dengan dakwah akan mengajak manusia untuk melakukan perbuatan yang makruf atau baik dan mencegah perbuatan yang mungkar atau buruk, sehingga tercipta kehidupan yang baik, serta selamat dunia akhirat

  2. Dengan dakwah akan mengajak dan menyeru segenap manusia agar beriman hanya kepada Allah Swt dan tidak melakukan kemusyrikan (tauhid/akidah)

  3. Dengan dakwah akan menjadikan seluruh aktivitasnya hanya beribadah kepada Allah Swt (ikhlas/syariah).

Unsur-Unsur Dakwah

Ilustrasi umat Muslim yang sedang mendengarkan dakwah. Foto: Pexels

Unsur-unsur dakwah adalah komponen-komponen penting yang selalu ada dalam setiap kegiatan dakwah. Dikutip dari Dakwah dalam Alam Pembangunan oleh Masdar Helmy (1973: 31-32), adapun unsur-unsur dakwah terdiri atas sebagai berikut:

1. Pendakwah

Pendakwah atau da'i adalah orang yang melaksanakan dakwah baik lisan, tulisan, maupun perbuatan yang dilakukan baik secara individu, kelompok, atau lewat organisasi tertentu.

Da'i merupakan seorang Muslim yang menjadikan dakwah sebagai suatu amalan pokok bagi tugas ulama. Ahli dakwah disebut wa’da, yakni mubaligh mustama’in (juru penerang) yang menyeru, mengajak, serta memberi pengajaran dan pelajaran agama Islam.

2. Mitra Dakwah

Mitra dakwah atau mad’u adalah manusia yang menjadi sasaran dakwah atau penerima dakwah, baik sebagai individu maupun kelompok, baik yang beragama Islam maupun tidak, atau dengan kata lain, manusia secara keseluruhan.

Secara umum, Alquran menjelaskan ada tiga tipe mad’u, yaitu mukmin, kafir, dan munafik. Ketiga klasifikasi mad’u itu kemudian dibagi lagi dalam berbagai macam kelompok. Jadi, mad’u atau mitra dakwah terdiri dari berbagai macam golongan manusia.

3. Pesan Dakwah

Pada dasarnya, pesan dakwah atau maddah bersumber pada Alquran dan hadis sebagai sumber utama yang meliputi aqidah, syariat, dan akhlak dengan berbagai macam cabang ilmu yang diperoleh darinya.

Pesan dakwah tergantung pada tujuan dakwah yang hendak dicapai, tetapi secara umum pesan dakwah mencakup ajaran agama dalam Alquran dan hadis sebagai sumber ajaran Islam.

4. Metode Ilmu Dakwah

Metode ilmu dakwah adalah suatu cara yang ditentukan secara jelas untuk menyampaikan dakwah. Metode dakwah dibagi menjadi tiga macam, antara lain:

  • Bil hikmah, yaitu berdakwah dengan memperhatikan situasi dan kondisi sasaran dakwah dengan menitikberatkan pada kemampuan mereka, sehingga di dalam melanjutkan ajaran Islam selanjutnya, mereka tidak lagi merasa terpaksa dan keberatan.

  • Mau’izatul hasanah, yaitu berdakwah dengan memberikan nasihat-nasihat atau menyampaikan ajaran-ajaran Islam dengan rasa kasih sayang, sehingga nasihat dan ajaran Islam yang disampaikan itu dapat menyentuh hati mereka.

  • Mujadalah billati hiya ahsan, yaitu berdakwah dengan cara bertukar pikiran dan membantah dengan cara yang sebaik-baiknya dan tidak memberikan tekanan-tekanan yang memberatkan pada komunitas yang menjadi sasaran dakwah.

5. Media Dakwah

Wasilah atau media dakwah adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dakwah kepada mitra dakwah. Untuk menyampaikan ajaran Islam kepada umat Muslim, dakwah dapat menggunakan berbagai wasilah, seperti:

  • Lisan, yakni wasilah dakwah yang paling sederhana menggunakan lidah dan suara, dakwah dengan wasilah ini dapat berbentuk pidato, ceramah, kuliah, bimbingan, penyuluhan, dan sebagainya.

  • Tulisan, yakni wasilah dakwah yang menggunakan buku, majalah, surat kabar, surat menyurat, spanduk, dan sebagainya.

  • Lukisan, yakni wasilah dakwah yang menggunakan gambar, karikatur, dan sebagainya.

  • Audio visual, yakni wasilah dakwah yang merangsang indra pendengaran atau penglihatan dan kedua-duanya, seperti televisi, film, internet dan sebagainya.

  • Akhlak, yakni wasilah dakwah dengan menggunakan perbuatan-perbuatan nyata yang mencerminkan ajaran Islam dan dapat dinikmati serta didengarkan oleh penerima dakwah.

Syarat Berdakwah

Ilustrasi seorang pendakwah. Foto: Pexels

Berdakwah tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan harus memenuhi beberapa syarat atau kualifikasi tertentu. Menurut Syekh As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin, setidaknya ada lima syarat berdakwah yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Da’i harus memiliki ilmu pengetahuan yang memadai tentang perkara amar ma’ruf dan munkar.

  2. Dakwah dan amar ma'ruf dilakukan dengan cara yang penuh kasih sayang, lemah lembut, dan keinginan luhur agar orang yang diajak kembali ke jalan yang benar.

  3. Da'i harus memiliki kesabaran yang tinggi ketika berdakwah dan harus mampu merangkul semua kalangan.

  4. Da'i telah mengamalkan apa yang didakwahkan kepada umat Muslim. Dengan kata lain, mereka harus menjadi teladan bagi yang lain.

  5. Dakwah dilakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha Allah, menyerukan ajaran tauhid, dan mengajak kepada jalan kebaikan.

Baca Juga: Dakwah Bil Hal: Pengertian, Hal yang Mendasari, Prinsip, dan Tujuannya

Hadis tentang Dakwah

Ilustrasi membaca hadis tentang dakwah. Foto: Unsplash

Berikut adalah ayat Alquran dan hadis tentang dakwah yang berisi tentang perintah bagi umat Muslim untuk melakukan dakwah.

1. Surat Ali Imran Ayat 104

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali-Imran: 104)

2. Hadis Riwayat Bukhari

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Iman Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa dakwah bisa dilakukan dengan lisan, perbuatan, maupun akhlak. Berikut keterangan hadisnya:

"Siapa pun yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Kalau tidak mampu, hendaklah mengubah dengan lisannya. Kalau tidak mampu, hendaklah mengubah dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemahnya iman." (HR. Bukhari Muslim)

3. Hadis Riwayat Muslim

Dalam hadis lainnya, Rasulullah pernah bersabda bahwa dakwah merupakan suatu perbuatan yang terbaik. Berikut keterangan hadisnya:

"Sungguh jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui engkau (dakwah engkau), maka itu lebih baik bagimu daripada engkau memiliki onta merah." (HR. Muslim)

(WWN & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan dakwah?
chevron-down

Dakwah dapat diartikan sebagai usaha untuk menyampaikan kepada orang lain agar masuk ke jalan Allah secara menyeluruh, baik dengan lisan, tulisan maupun perbuatan sebagai ikhtiar umat Muslim.

Apa saja unsur-unsur dakwah?
chevron-down

Adapun unsur-unsur dakwah terdiri atas pendakwah, mitra dakwah, pesan dakwah, metode ilmu dakwah, dan media dakwah.

Apa itu wasilah akhlak?
chevron-down

Akhlak yakni wasilah dakwah dengan menggunakan perbuatan-perbuatan nyata yang mencerminkan ajaran Islam dan dapat dinikmati serta didengarkan oleh penerima dakwah.