Alasan yang Digunakan untuk Memperkuat Opini dan Jenis-jenisnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Opini merupakan pendapat dan ajakan yang menerangkan preferensi terhadap personal. Perlu diketahui, alasan yang digunakan untuk memperkuat opini disebut argumentasi.
Argumentasi merupakan istilah yang sudah tak jarang didengar. Meski demikian, banyak yang belum mengetahui makna dan jenis-jenis dari argumentasi.
Alasan yang Digunakan untuk Memperkuat Opini
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), argumentasi adalah alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.
Sedangkan menurut Keraf, argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pembicara.
Singkatnya, alasan yang digunakan untuk memperkuat opini disebut argumentasi sehingga dapat mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
Jenis-Jenis Argumentasi
Ada berbagai jenis argumentasi. Dikutip dari Paduan Berpikir Logis: Ilmu Logika dan Pedoman Praktiknya oleh Adrian Rizal D. (2024), berikut di antaranya.
1. Argumen Deduktif
Argumen deduktif adalah argumen yang bila benar, akan menyertakan bukti-bukti konklusif untuk mendukung kebenaran klaim yang telah disampaikan.
Karena memiliki premis yang kuat, klaim yang disampaikan setelah premis disampaikan, maka bukan lagi sebuah kemungkinan (probabilitas), melainkan kepastian.
Argumen deduktif adalah argumen yang, jika benar, mengandung bukti konklusif untuk mendukung kebenaran klaim. Premisnya begitu kuat sehingga klaim yang dibuat setelah premis disajikan bukan lagi probabilitas melainkan kepastian.
2. Argumen Induktif
Argumentasi induktif juga menyertakan premis-premis yang jika benar, maka bisa membuktikan kebenaran dari klaim yang diajukan. Namun, argumen induktif masih memiliki kemungkinan salah atau benar.
Dalam argumen induktif, klaim yang disimpulkan masih bersifat spekulatif dan kepastiannya belum diketahui. Karena itu, untuk menarik kesimpulan argumen ini harus dilakukan pengamatan dan penelitian lebih lanjut terhadap premis-premisnya.
3. Argumen Ontologi
Argumen ontologi adalah argumen yang menyimpulkan bahwa Tuhan ada. Sejatinya, ontologi membahas hakikat tentang segala sesuatu yang ada. Dalam konteks argumentasi eksistensi Tuhan, argumen ini bertitik tolak pada ontologi Tuhan itu sendiri.
Argumen ontologi, biasanya diawali dengan teori apriori terkait dengan susunan alam semesta. Jika struktur susunan itu benar, maka argumen itu akan menyampaikan alasan mengapa Tuhan harus ada. Argumen ini menarik premis-premis penting, analitis, dan apriori.
4. Argumen Politik
Argumen politik adalah argumen yang bermaksud mengajukan serangkaian alasan, opini, gagasan dengan menawarkan beberapa solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan politik.
Argumen politik ini sering dijumpai, baik di media konvensional maupun media sosial yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada tahun-tahun politik.
Baca Juga: Pengertian Argumen, Komponen, dan Fungsinya
Jadi, alasan yang digunakan untuk memperkuat opini disebut argumentasi. Penjelasan tentang argumentasi dan jenis-jenisnya di atas dapat menambah wawasan dalam menyampaikan wawasan atau opini.(MZM)
