Amalan saat Itikaf untuk Meraih Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita dianjurkan untuk menunaikan itikaf sebagai salah satu cara meraih keutamaan dan berkah di bulan Ramadhan karena Ramadhan disebut sebagai bulan yang memiliki limpahan berkah dan keutamaan, salah satunya adalah Lailatu Qadar. Apa saja amalan saat itikaf yang dapat dikerjakan untuk memperoleh limpahan keutamaan malam Lailatul Qadar? Mari kita simak pemaparannya berikut.
Ragam Amalan Saat Itikaf untuk Menambah Pahala dan Pengampunan
Menunaikan itikaf merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan selama beberapa hari di bulan Ramadhan. Secara lebih rinci, penjelasan mengenai amalan itikaf ini dikupas secara tuntas dalam buku berjudul Fikih Empat Madzhab Jilid 2 karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi (2012:404).
Dalam buku tersebut jelas diterangkan bahwa pengertian itikaf adalah berdiam diri di dalam masjid yang dilakukan dengan tujuan untuk beribadah. Itikaf ini juga rupanya dicontohkan oleh Nabi dan istri-istrinya semasa hidupnya. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis yang berbunyi:
أن النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان يعتكفُ العشرَ الأواخرَ من رمضانَ حتى توفاهُ اللهُ، ثم اعتكفَ أزواجُهُ من بعدِهِ
Artinya: “Sesungguhnya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melakukan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelahnya“ (HR. Bukhari)
Hadis tentang anjuran menunaikan itikaf ini menyebutkan bahwa Nabi selama hidupnya mengerjakan itikaf bersama istri-istrinya. Itikaf yang dikerjakan Rasulullah bersama istri-istrinya tersebut dilakukan di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, yang di antara kesepuluh malam tersebut merupakan malam Lailatul Qadar.
Ketika menunaikan itikaf, kita dianjurkan untuk mengamalkan sederet amalan sunnah untuk menambah pahala dan juga pengampunan di momen malam Lailatul Qadar. Macam-macam amalan saat itikaf disebutkan dalam buku berjudul Jejak Ramadhan di Berbagai Negara yang disusun oleh Nurul Asmayani, dkk (2013:114).
Dijelaskan dalam buku tersebut bahwa selama itikaf setiap umat Muslim dapat melakukan sholat sunnah, membaca Alquran dan amalan sunnah lainnya seperti doa dan dzikir khusus malam Lailatul Qadar. Anjuran membaca dzikir khusus malam Lailatul Qadar ini dijelaskan dalam sebuah hadis berikut ini:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Artinya: Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850.)
Bagi Anda yang juga ingin memperbanyak pahala selama menunaikan itikaf, berikut ini adalah bacaan dzikir khusus malam Lailatul Qadar yang bisa Anda amalkan dengan mudah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).
Itu dia sederet amalan saat itikaf yang dapat Anda kerjakan selama bulan Ramadhan untuk meraih keutamaan di malam Lailatul Qadar. Semoga kita semua tetap istiqomah untuk terus menunaikan itikaf dan amalan sunnah yang dianjurkan. (DAP)
