Analisis Break Even Point dan Hal yang Perlu Diketahui tentang BEP

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Break even point atau yang dapat diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai titik impas. Break even point ini merupakan salah satu hal yang perlu dianalisis dalam sebuah perusahaan. Analisis break even point ini dilakukan untuk dapat merancang strategi perusahaan agar perusahaan tersebut dapat memperoleh laba di periode penjualan selanjutnya.
Analisis Break Even Point dan Terjemahan Serta Manfaatnya Bagi Perusahaan
Break even point yang merupakan titik impas ini adalah keadaan suatu perusahaan yang mengalami tingkat penjualan atau pendapatan yang diperoleh dari penjualan dan modal yang digunakan untuk menghasilkan laba dalam posisi yang sama. Hal ini menunjukan perusahaan tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian.
Keadaan titik impas atau break even point tentu berbeda dengan pengembalian modal. Nilai break even point diperoleh dengan melakukan perhitungan biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan. Titik impas atau break even point ini dapat diketahui dengan melakukan analisis break even point.
Analisis break even point dilakukan dengan cara mencari tahu informasi tentang tingkat capaian wajib pada penjualan. Hal ini dilakukan agar perusahaan tersebut setidaknya tidak mengalami kerugian dan dapat mencapai keuntungan dengan tingkat yang sudah ditargetkan. Hasil analisis break even point ini akan berisi tentang informasi tentang batasan aman bagi perusahaan agar tidak mengalami kerugian. Hal ini dilakukan dengan melakukan penaksiran atau perkiraan penurunan hasil penjualan.
Analisis break even point ini juga dapat membantu manajemen keuangan untuk merencanakan dan menentukan jumlah biaya yang digunakan untuk produksi secara keseluruhan. Dengan begitu, perusahaan memiliki laporan keuangan yang memiliki tingkat validitas yang cukup tinggi.
Break even point dapat dihitung dan dianalisis dengan menggunakan metode persamaan atau metode margin distribusi. Hasil analisis break even point dapat digunakan jika telah memenuhi beberapa asumsi yang perlu ada di dalamnya. Asumsi tersebut antara lain, tidak adanya perubahan harga jual, biaya, efisiensi, produktivitas, dan juga perilaku penerimaan dan juga pengeluaran.
Perhitungan titik impas dapat dilakukan dengan metode persamaan atau metode margin distribusi. Pada metode persamaan, nilai titik impas diperoleh jika penjualan sama dengan penambahan biaya variabel dan biaya tetap. Sedangkan dalam metode margin kontribusi, nilai titik impas diperoleh jika biaya tetap dapat ditutupi dengan pendapatan dikurangi nilai biaya variabel. Selain itu, asumsi lain yang perlu dipenuhi adalah pemisahan biaya tetap dan biaya variabel serta banyaknya persediaan awal dan persediaan akhir tidak terlalu berubah.
Demikian itu sedikit tentang break even point dan juga analisis break even point serta cara melakukan perhitungan break even point yang perlu Anda ketahui dalam menjalankan perusahaan. Semoga dapat bermanfaat! (DA)
