Konten dari Pengguna

Analisis Hubungan Antara Pola Tempat Tinggal dengan Bercocok Tanam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Analisis Tentang Hubungan Antara Pola Tempat Tinggal dengan Bercocok Tanam. (Foto: Raphael Rychetsky | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Analisis Tentang Hubungan Antara Pola Tempat Tinggal dengan Bercocok Tanam. (Foto: Raphael Rychetsky | Unsplash.com)

Manusia pada zaman praaksara belum mengenal tulisan. Meskipun demikian, manusia purba tersebut sudah dapat hidup dengan baik. Contohnya bisa bercocok tanam. Lalu bagaimana analisis tentang hubungan antara pola tempat tinggal dengan bercocok tanam?

Analisis-analisis mengenai hubungan tersebut didapatkan oleh sejarawan dari berbagai sumber. Sumber tersebut didapatkan dari benda-benda prasejarah atau benda-benda peninggalan lainnya.

Analisis Tentang Hubungan Antara Pola Tempat Tinggal dengan Bercocok Tanam

Ilustrasi Analisis Tentang Hubungan Antara Pola Tempat Tinggal dengan Bercocok Tanam. (Foto: Dan Meyers | Unsplash.com)

Sebelum modern seperti saat ini, manusia dahulu melewati zaman praaksara. Istilah tersebut berasal dari dua kata, yakni pra dan aksara. Jika diartikan, praaksara adalah zaman manusia sebelum mengenal tulisan.

Pada masa Pleistosen, manusia praaksara tinggal di gua. Gua-gua tersebut berada di sekitar sungai atau laut. Namun, mereka masih hidup nomaden.

Tempat tinggal manusia purba tersebut masih bergantung dengan mata pencaharian pada masa berburu dan mengumpulkan makanan. Selain itu juga bergantung dengan hubungan sosial.

Dahulu, manusia praaksara memilih untuk tinggal di gua karena dekat dengan hutan, laut, atau sungai yang dekat dengan sumber makanan. Saat mulai masuk zaman holosen, manusia praaksara mulai tinggal di tempat permanen.

Mengutip buku Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Prasejarah di Indonesia, Poesponegoro dan Notosusanto (2008), setelah cara hidup berburu dan mengumpulkan makanan dilampaui, manusia menginjak suatu masa kehidupan yang disebut masa bercocok tanam.

Masa tersebut tidak semerta-merta hadir. Butuh proses panjang yang tidak bisa dipisahkan dari usaha manusia praaksara dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada masa tersebut, beberapa penemuan baru ditemukan.

Tanaman-tanaman dan hewan mulai dipelihara. Selain itu, mereka mulai menebang hutan untuk dijadikan ladang yang menghasilkan berbagai hasil pertanian. Terdapat analisis tentang hubungan antara pola tempat tinggal dengan bercocok tanam.

Pola tempat tinggal dengan kegiatan bercocok tanaman tersebut sangat berkesinambungan. Manusia praaksara melakukan kegiatan bercocok tanam karena telah memiliki lahan. Mereka mencari tempat tinggal di area yang dekat dengan sungai.

Sungai dijadikan layaknya irigasi air. Irigasi air sungai tersebut digunakan untuk mengairi pertanian sederhana di area tempat tinggal. Jika nantinya lahan tersebut sudah tidak bisa digunakan, manusia praaksara akan mencari atau membuka lahan yang baru.

Baca juga: Masa Bercocok Tanam pada Zaman Manusia Purba

Itu tadi adalah ulasan analisis tentang hubungan antara pola tempat tinggal dengan bercocok tanam. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan mengenai sejarah. (FAR)