Anjuran Surat yang Dibaca saat Itikaf dan Amalan yang Dapat Dilakukan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu amalan yang dapat dilakukan di bulan Ramadan adalah Iktikaf. Iktikaf ini biasanya dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Ada beberapa surat yang dibaca saat itikaf.
Misalnya adalah surat Al-Ghasiyah. Iktikaf ini termasuk ke dalam upaya umat Islam untuk dapat meraih Lailatul Qadar di bulan suci.
Surat yang Dibaca saat Itikaf dan Amalan Lain yang Dapat Dilakukan
Di sepuluh hari terakhir bulan suci, ada banyak umat muslim yang melakukan iktikaf. Apa yang disebut sebagai iktikaf? Menurut istilah, iktikaf artinya adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, iktikaf adalah diam beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu (sambil menjauhkan pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.)
Dikutip dari buku Wisata Religi: Saya Menjejak Sejarah Spiritual Nusantara, Suwandi (2024), itikaf adalah amalan ibadah sunah yang dilakukan pada sepuluh terakhir bulan Ramadan.
Pada saat iktikaf, terdapat beberapa amalan yang dapat dilakukan. Amalan tersebut di antaranya sebagai berikut:
Memperbanyak salat sunah
Membaca dan tadarus Al-Qur’an
Memperbanyak zikir dan berdoa
Membaca dan mempelajari ilmu agama.
Lalu apa saja surat yang dibaca saat itikaf? Tidak ada batasan surat Al-Qur’an yang dibaca saat iktikaf. Sehingga umat muslim boleh membaca surat apapun. Salah satu surat yang dapat dibaca adalah Al-Ghasyiyah yang terdiri dari 26 ayat. Selain itu juga dapat membaca surat Al-Qadr.
Syarat Iktikaf dan Hal yang Membatalkannya
Agar iktikaf dapat sah, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Berikut syarat-syarat iktikaf.
Orang yang melaksanakan beragama Islam
Sudah baligh
Iktikaf dilakukan di masjid
Orang yang melaksanakan harus memiliki niat untuk iktikaf
Tidak disyaratkan puasa (orang yang tidak berpuasa boleh melakukan iktikaf)
Iktikaf yang dilakukan pada bulan Ramadan dapat batal. Maka dari itu, saat sedang melakukan iktikaf harus menjauhi hal-hal yang dapat membatalkannya. Berikut hal yang membatalkan iktikaf:
Berjimak atau berhubungan suami-istri
Mabuk yang disengaja
Menjadi murtad
Pingsan karena keteledoran (mengonsumsi obat tertentu)
Bersentuhan kulit dengan syahwat atau nafsu
Keluar dari masjid tanpa ada kepentingan yang mendesak
Gila atau mengalami gangguan jiwa
Baca juga: Niat Itikaf dan Dalil Tentang Itikaf
Jadi surat yang dibaca saat itikaf adalah Al-Ghasyiyah dan Al-Qadr. Selama melakukan iktikaf di masjid, umat Islam harus menghindari hal yang dapat membatalkannya. (FAR)
