Konten dari Pengguna

Antonim Labil dan Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Sifatnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi antonim labil. Sumber: pexels/Polina Zimmerman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi antonim labil. Sumber: pexels/Polina Zimmerman

Antonim labil dalam Bahasa Indonesia adalah stabil. Secara umum, labil dapat dipahami sebagai kondisi yang cenderung berubah-ubah. Labil seringkali digunakan untuk menyebut kondisi psikologis orang yang mudah berubah sesuai suasana hati.

Salah satu ciri orang dengan sifat labil adalah mudah terpengaruh. Sebaliknya, jika seseorang mempunyai sifat yang teguh maka pendiriannya kuat. Sifat labil biasanya ditemukan saat seseorang berada pada fase remaja.

Arti dan Antonim Labil

Ilustrasi antonim labil. Sumber: pexels/Cottonbro Studio

Antonim adalah istilah untuk menyebut lawan kata. Mengutip buku Kamus Pintar Sinonim, Antonim, dan EYD Bahasa Indonesia, Aisyah Atikah Deasy, S.Pd (2015: 6), antonim dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

Antonim Berpasangan

Antonim berpasangan adalah kata-kata yang secara makna jelas bertentangan karena didasarkan pada makna pasangannya sehingga tidak bisa dipertentangkan tanpa kehadiran makna pasangannya. Jika salah satu unsur dinegatifkan, tidak serta merta memunculkan pasangannya. Contoh: pembeli >< penjual.

Antonim Melengkapi

Antonim melengkapi adalah kata-kata secara makna bertentangan, tapi kehadiran makna salah satu kata bersifat melengkapi kehadiran makna yang lain. Contoh: pertanyaan >< jawaban.

Antonim Berjenjang

Antonim berjenjang adalah kata-kata yang secara makna mengandung pertentangan, tetapi pertentangan makna ini bersifat berjenjang/bertahap/bertingkat. Contoh: mahal >< wajar >< murah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata labil memiliki arti sebagai berikut:

  • Goyah, tidak mantap, dan tidak kokoh (tentang bangunan, pendirian, dan lain sebagainya).

  • Goyang, tidak tenang (tentang kendaraan, kapal, pesawat terbang dan lain sebagainya).

  • Tidak tetap, cenderung berubah-ubah, naik turun (tentang harga barang, nilai uang, dan sebagainya).

  • Tidak stabil, cenderung berubah.

  • Tidak seimbang dan mudah berubah.

Dari penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa antonim dari kata labil antara lain stabil, ajek, konstan, mantap, dan mapan.

Sifat labil adalah sifat yang cenderung berubah-ubah atau tidak teguh pendirian. Mengutip buku Perkembangan Peserta Didik oleh Trsi Suwarno Handoko Novyanto, S.Pd (2022: 100), ciri-ciri orang dengan sifat labil adalah tergesa-gesa, bernafsu, sentimental, mudah tergugah, khawatir, dan bimbang. Selain itu, orang dengan sifat labil cenderung tidak teguh pendirian sehingga mudah terpengaruh oleh sekelilingnya.

Baca juga: Mengenal Sifat Labil dalam Diri Seseorang dan Ciri-Cirinya

Itulah ulasan mengenai antonim labil dalam Bahasa Indonesia dan ciri-ciri orang dengan sifat labil. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan mengenai kosakata dalam Bahasa Indonesia. (IND)