Apa Itu Aksi Kamisan? Ini Penjelasan dan Latar Belakangnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi Kamisan merupakan salah satu gerakan yang konsisten dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Aksi ini memiliki sejarah panjang dan latar belakang tersendiri. Lalu, sebenarnya apa itu Aksi Kamisan?
Untuk memahami aksi ini tentunya harus melihat jauh ke belakang. Hal tersebut dikarenakan aksi ini bukan sekadar aksi, tetapi memiliki latar belakang dan tuntutan yang jelas, serta dikenal sebagai salah satu jalan untuk mencari keadilan.
Apa Itu Aksi Kamisan? Ini Penjelasan dan Latar Belakangnya yang Wajib Diketahui oleh Masyarakat Umum
Dikutip dari jurnal berjudul Jalan Panjang Pencarian Keadilan: Aksi Kamisan Jakarta Tahun 2007-2021 karya Aditya Yudistira dan Purwo Husodo (2022), jawaban dari pertanyaan apa itu Aksi Kamisan adalah gerakan damai yang dilaksanakan setiap hari Kamis di seberang Istana Merdeka.
Aksi ini dilakukan oleh keluarga korban HAM dengan cara berdiri dan mengheningkan cipta di depan Istana Merdeka, mengenakan pakaian serba hitam, serta membawa payung berwarna hitam.
Aksi ini merupakan salah satu bentuk peringatan terhadap peristiwa pelanggaran HAM yang ada di Indonesia. Aksi ini dipelopori oleh Sumarsih, Suciwati, serta Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK).
Membahas aksi ini rasanya ada yang kurang jika tidak memahami secara mendalam latar belakangnya. Aksi yang pertama kali digelar pada 18 Januari 2007 tersebut dilatarbelakangi oleh kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia.
Aksi ini bukan sekadar aksi mingguan tanpa arti, karena menjadi representasi suara korban dan keluarga korban yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran atas pelanggaran HAM yang terjadi.
Aksi ini berdiri sebagai pengingat kolektif bahwa tuntutan penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu tetap aktual dan belum menemukan titik terang. Meski aksi ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dialog dengan pemangku kekuasaan masih sangat terbatas.
Pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada 31 Mei 2018 tercatat sebagai satu-satunya pertemuan langsung, yang menuai harapan namun belum diikuti dengan tindakan nyata yang menyelesaikan akar permasalahan.
Harapannya, dengan adanya aksi ini, keluarga korban pelanggaran HAM berat di Indonesia bisa mendapatkan keadilan.
Baca juga: Profil Delpedro Marhaaen, Direktur Lokataru Foundation dan Aktivis HAM
Jadi, jika ada yang bertanya apa itu Aksi Kamisan, maka jawabannya adalah sebuah aksi yang dilakukan oleh keluarga korban pelanggaran HAM berat di Indonesia untuk mendapatkan keadilan. (WWN)
