Apa Itu Curated Thrift? Pengertian dan Hubungan dengan Barang Bekas Berkualitas

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu curated thrift mungkin jadi pertanyaan bagi yang baru mengenal tren belanja barang bekas. Istilah ini sering muncul di media sosial, terutama di kalangan anak muda yang gemar mencari outfit kece dengan harga terjangkau di thrift shop.
Namun, curated thrift ternyata lebih dari sekadar thrifting biasa. Dengan konsep ini, pembeli bisa mendapatkan barang bekas yang tetap berkualitas, layak pakai, dan bahkan sering kali berasal dari brand terkenal.
Mengena Apa Itu Curated Thrift dalam Kegiatan Belanja
Belakangan, istilah curated thrift semakin populer di kalangan pecinta fashion, terutama generasi muda. Banyak orang yang kemudian jadi penasaran, sebenarnya apa itu curated thrift?
Secara sederhana, curated thrift adalah konsep jual-beli barang bekas yang sudah dipilih dengan cermat agar kualitasnya tetap terjaga. Tidak semua barang bekas bisa masuk ke kategori curated thrift, karena ada proses seleksi yang membuatnya berbeda dengan sekadar thrifting biasa.
Dalam curated thrift, barang-barang bekas dikurasi oleh penjual sebelum ditawarkan ke konsumen. Proses kurasi ini mencakup pengecekan kondisi barang, kelayakan pakai, keaslian, hingga tren yang sedang diminati.
Jadi, produk yang sampai ke tangan pembeli bisa dijual dengan harga murah, masih layak, dan tetap stylish. Inilah alasan mengapa curated thrift sering dianggap sebagai alternatif belanja barang branded dengan harga lebih terjangkau.
Berdasarkan buku Why French Women Wear Vintage And Other Secrets of Sustainable Style, Aloïs Guinut, (2020), curated thrift memiliki nilai tambah dari segi fashion. Konsumen bisa menemukan item unik, limited, dan jarang ditemui di toko fast fashion.
Tujuan utama dari curated thrift adalah memberikan pengalaman belanja barang bekas yang lebih praktis, nyaman, dan tetap estetik. Barang yang masuk kategori curated thrift biasanya berasal dari brand ternama atau produk dengan material bagus yang tahan lama.
Meskipun sudah pernah digunakan, kondisinya tetap terjaga karena dipilih secara teliti. Bahkan, banyak pemburu curated thrift yang berhasil mendapatkan produk limited edition atau vintage yang sudah tidak diproduksi lagi, sehingga nilainya justru semakin tinggi.
Selain faktor kualitas, curated thrift juga berkaitan dengan gaya hidup berkelanjutan. Membeli barang bekas berkualitas berarti ikut serta dalam mengurangi limbah fashion yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Konsumen bisa berhemat sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan.
Baca Juga: Hukum Thrifting dalam Islam, Boleh atau Tidak Menurut Ulama?
Jadi, ketika ada yang bertanya apa itu curated thrift, jawabannya bukan sekadar belanja barang bekas. Lebih dari itu, curated thrift adalah cara cerdas untuk mendapatkan barang berkualitas, tetap tampil keren, sekaligus mendukung tren fashion ramah lingkungan. (DNR)
