Apa Itu Hilal? Ini Pengertian dan Sejarahnya dalam Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hilal adalah istilah yang sudah tidak asing lagi bagi umat muslim. Hal ini karena kata hilal digunakan dalam penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal. Namun, sebenarnya apa itu hilal menurut agama Islam? Yuk, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini.
Apa Itu Hilal?
Mengutip dari buku Jangan Asal Ikut-Ikutan Hisab & Rukyat karya Agus Mustofa (2013:219), hilal merupakan istilah yang digunakan oleh umat muslim untuk menentukan awal bulan baru menurut kalender Hijriyah. Adapun umumnya pengamatan hilal ini dilakukan oleh pemerintah bersama lembaga terkait melalui sidang isbat.
Namun, menurut KBBI, hilal memiliki arti bulan sabit atau bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Kamariah. Sedangkan secara etimologi dalam bahasa Arab, kata hilal artinya adalah bulan sabit atau tampak.
Nah, sebutan untuk aktivitas pemantauan atau pengamatan hilal ini adalah rukyat hilal. Aktivitas rukyat hilal ini biasanya dimulai dari jam 5 sore yang diawali dengan mempersiapkan peralatan pemantau hilal sekaligus mengundang jajaran ormas hingga tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Adapun hasil pengamatan hilal disebut dengan ijtimak yang nantinya akan dilaporkan kepada Menteri Agama sebagai salah satu bahan data untuk hasil rukyatul hilal secara nasional.
Menurut BMKG, secara astronomis, ijtimak merupakan batas antara bulan yang sedang berlangsung dengan bulan berikutnya jika dilihat dalam kalender hijriyah.
Oleh karena itulah, tidak heran jika dalam astronomi, istilah ijtimak juga disebut sebagai awal perhitungan bulan baru.
Sejarah Penentuan Hilal dalam Agama Islam
Umat muslim sejak dulu memang sudah belajar tentang benda langit, seperti matahari, bumi, dan bulan. Tujuannya adalah untuk menentukan waktu ibadah bagi umat muslim.
Hal inilah yang kemudian mendasari pendapat ulama bahwa penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah harus didasarkan pada melihat hilal.
Adapun kegiatan melihat hilal ini dilakukan pada tanggal 29 sebelum bulan tersebut. Jika rukyah hilal tidak berhasil karena hilal yang belum bisa dilihat atau karena adanya gangguan cuaca, maka penentuan awal bulan perlu disempurnakan 30 hari atau istikmal.
Baca Juga: Bentuk Hilal dan Cara Melihatnya untuk Menentukan Awal Ramadhan
Itu dia penjelasan singkat tentang apa itu hilal dalam pandangan Islam yang menarik untuk diketahui umat Muslim. (Anne)
