Bentuk Hilal dan Cara Melihatnya untuk Menentukan Awal Ramadhan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penanggalan dalam Islam ditetapkan dengan sistem bulan (qamary), yaitu dengan munculnya hilal. Di penghujung bulan Syaban, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk mengamati bentuk hilal yang menandakan masuknya bulan suci Ramadhan.
Mengutip buku Bekal Ramadhan oleh Ahmad Zarkasih, Lc, hilal artinya bulan sabit. Disebut demikian karena yang dilihat adalah keberadaan bulan yang bentuknya masih sabit dan belum terlihat dari bumi.
Masuknya bulan Ramadhan ditandai dengan hilal yang sudah terlihat di tanggal 29 Syaban, sesaat setelah terbenamnya matahari. Rasulullah bersabda:
“Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, begitu pula jangan berbuka (Idul Fitri) sampai melihatnya, dan jika kalian tertutup mendung maka perkirakanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Lalu, bagaimana bentuk hilal pada awal Ramadhan dan bagaimana cara melihatnya? Untuk mengetahuinya, simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.
Baca juga: Cara Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan Sesuai Ajaran Rasulullah
Bentuk Hilal
Dijelaskan dalam laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), bentuk hilal adalah bulan sabit terkecil yang muncul beberapa saat setelah matahari terbenam. Hilal biasanya muncul dua malam dalam sebulan.
LAPAN mendefinisikan hilal sebagai satu dari lima fase bulan. Berikut urutan fase bulan tersebut:
1. Fase Bulan Baru
Fase ini disebut dengan new moon atau ijtimak. Pengertian ijtimak adalah bulan baru atau bulan mati yang terjadi saat bulan berada di antara matahari dan bumi sehingga wajah bulan tidak tampak jika dilihat dari bumi.
2. Fase Bulan Sabit
Setelah new moon, fase pun berganti menjadi bulan sabit yang dapat dilihat setelah matahari terbenam. Bentuk hilal menyerupai huruf U dengan posisi menghadap titik matahari. Seperti yang disebutkan, biasanya hilal diamati pada hari ke-29 untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum.
3. Fase Bulan Separuh Kuartil Pertama
Pada fase ini, bulan menghadap ke barat setelah waktu Maghrib sehingga hanya separuh wajahnya yang terlihat dari bumi. Itu sebabnya ini dinamakan fase bulan separuh kuartil pertama.
4. Fase Bulan Besar
Di fase keempat, kedudukan relatif matahari, bulan, dan bumi berada segaris dengan bumi terletak di tengah. Pada kedudukan seperti ini, seluruh bagian bulan yang terang dapat terlihat dari bumi. Fase ini dikenal sebagai bulan purnama.
5. Fase Bulan Tua
Fase ini ditandai dengan bulan yang berbentuk sabit tipis atau disebut juga dengan bulan tersembunyi. Hanya ada sedikit bagian bulan yang dapat terlihat dari bumi pada fase ini.
Baca juga: Arab Saudi Amati Hilal Ramadhan Selasa, Indonesia Rabu
Cara Melihat Hilal
Cara melihat hilal dapat dilakukan dengan menggunakan mata telanjang ataupun alat seperti teropong atau teleskop. Mengutip buku Fikih Puasa Serial Kajian Ramadhan oleh Mohammad Hafid, Lc., M.H., kesaksian adanya hilal tidak bisa dilakukan sembarang orang.
Hanya sosok yang dapat dipercaya dan tidak cacat agama yang dapat menentukan hilal. Hal itu sesuai dengan hadits Ibnu Umar, dia berkata:
“Ketika semua orang sedang memantau awal bulan maka sayalah yang melihatnya, lalu saya laporkan kepada Nabi kemudian Rasulullah SAW berpuasa dan menyuruh seluruh kaum Muslimin untuk berpuasa.” (HR. Abu Dawud, al-Baihaqi dan ad-Daruquthni)
Jika pada malam tanggal 29 atau 30 bulan sebelumnya (Syaban) hilal sudah betul-betul terlihat, artinya esok hari sudah memasuki bulan Ramadhan dan umat Muslim bisa memulai puasanya. Namun, jika hilal tidak terlihat jelas karena langit mendung atau berawan, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.
(ADS)
Baca juga: Hadits Menyambut Bulan Ramadhan dengan Doa yang Bisa Diamalkan Umat Muslim
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan hilal?

Apa yang dimaksud dengan hilal?
Hilal adalah bulan sabit pertama yang muncul beberapa saat setelah matahari terbenam.
Bagaimana cara seseorang untuk melihat hilal?

Bagaimana cara seseorang untuk melihat hilal?
Cara melihat hilal dapat dilakukan dengan menggunakan mata telanjang ataupun alat seperti teropong atau teleskop.
Bagaimana jika hilal tidak terlihat?

Bagaimana jika hilal tidak terlihat?
Jika hilal tidak terlihat jelas karena langit mendung atau berawan, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.
