Konten dari Pengguna

Apa Itu Koas? Ini Penjelasan beserta Tahapannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Koas. Sumber: Unsplash/Luis Melendez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Koas. Sumber: Unsplash/Luis Melendez

Setelah menyelesaikan kuliah kedokteran dan sebelum akhirnya menjalani praktik dokter, ada tahapan yang harus diselesaikan oleh mahasiswa kedokteran, yaitu menjalani koas. Lalu, apa itu koas?

Kuliah kedokteran membutuhkan fase belajar dan berlatih untuk mendapatkan pengalaman nyata. Lewat program koas, mahasiswa kedokteran akan dirotasi ke beberapa departemen, termasuk spesialis, untuk bisa menguasai ataupun setidaknya berpengalaman pada lingkup rumah sakit dan segala bentuk aktivitasnya.

Apa Itu Koas?

Ilustrasi Apa Itu Koas. Sumber: Unsplash/Austrian National Library

Koas adalah istilah yang sering ditemui dalam perguruan tinggi. Apa itu koas?

Dikutip dari laman fk.undiksha.ac.id, koas adalah program profesi yang harus lakukan oleh mahasiswa jurusan kedokteran untuk mendapatkan gelar dokter yang dilaksanakan di rumah sakit dalam kurun waktu 1,5 tahun hingga 2 tahun. Istilah ini juga dikenal dengan co-ass atau singkatan dari co-assistant.

Wewenang co-ass dalam menjalankan praktik di rumah sakit sangat terbatas. Di mana co-ass hanya boleh melakukan tindakan medis di bawah bimbingan dan arahan dari dokter pembimbing (supervisor), karena co-ass tidak dibenarkan untuk melakukan kegiatan praktik yang sifatnya bersentuhan langsung dengan pasien, mengingat belum memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP).

Tahapan Sebelum Koas

Ilustrasi Apa Itu Koas. Sumber: Unsplash/Piron Guillaume

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, koas dibutuhkan untuk mempersiapkan mahasiswa kedokteran menjalani praktik dokter yang sebenarnya. Sejatinya, sekolah kedokteran terbagi atas dua tahap yaitu praklinis dan klinis (koas).

Pada tahap praklinis, calon dokter akan mempelajari mengenai tubuh manusia dan bagaimana suatu penyakit bisa berpengaruh terhadap kesehatan.

Sedangkan tahap koas sebagai fase terakhir adalah masa di mana dokter muda akan merawat pasien, menggunakan diagnosis yang dipelajari di kelas dan meresepkan obat.

Ketika menjalani koas, mahasiswa kedokteran akan dirotasi pada beberapa departemen ataupun spesialisasi, yaitu:

  • Obstetri dan ginekologi

  • Penyakit dalam

  • Dokter umum

  • Pediatri

  • Psikiatri

  • Neurologi

  • Operasi

Biasanya, mahasiswa kedokteran akan menghabiskan empat sampai delapan minggu pada setiap rotasi koas. Dokter residen akan membantu mengevaluasi status klinis pasien dan menentukan perubahan yang sesuai pada rencana medis setiap harinya.

Dengan koas, mahasiswa kedokteran akan belajar mengenali dan mengatasi penyakit, sesuai dengan kondisi di lapangan, berdasarkan teori yang dipelajari sebelumnya. Ketika berhadapan dengan pasien, mahasiswa kedokteran akan mendapatkan pengalaman langsung.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap tentang Gelar Insinyur S1 atau S2

Itulah penjelasan tentang apa itu koas. Jika sudah selesai menjalani koas, calon dokter akan mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. (Adm)