Apa itu Nepo Baby? Ini Pengertian dan Dampaknya dalam Industri dan politik

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu nepo baby dalam dunia industri dan politik? Istilah ini ramai dibahas di media sosial karena berkaitan dengan nepotisme. Nepo baby adalah singkatan dari nepotism baby.
Ini merupakan julukan untuk anak dari keluarga berpengaruh yang memperoleh privilege dalam kariernya, sehingga tidak perlu bersusah payah untuk menduduki posisi tertentu. Memahami pengertian dan dampak nepo baby cukup penting agar fenomena ini dapat diminimalisir.
Apa itu Nepo Baby? Ini Pengertiannya
Apa itu nepo baby? Mengutip buku Demokrasi Mengada untuk Rakyat oleh Fuad Rinaldi (2024), nepo baby pertama kali dipopulerkan oleh media Al-Jazeera. Istilah ini tidak hanya berlaku untuk industri hiburan, tetapi juga dalam politik.
Seseorang memperoleh karier yang bagus di dunia politik bukan karena kompetensinya, melainkan karena berbagai kemudahan yang diperoleh berkat orang tuanya.
Biasanya nepo baby memperoleh “jalan pintas” menuju jabatan atau posisi tertentu karena nama besar orang tuanya. Misalnya, anak artis yang mudah masuk ke panggung hiburan atau anak politisi yang memperpleh posisi strategis di dalam partai dan pemerintahan dengan cepat.
Dampak Nepo Baby
Nepo baby memberikan dampak yang signifikan dalam dunia industri maupun politik. Sejumlah dampak tersebut di antaranya yaitu:
1. Dampak Positif
Kepemimpinan yang Berulang: Anak dari tokoh politik dapat melanjutkan program, jaringan, maupun dan visi yang sudah ada.
Kekuatan jaringan: Dukungan keluarga memberikan pengaruh, sehingga membuat mereka mudah menggalang massa atau sumber daya.
Akses dan peluang lebih besar: Nama besar keluarga menjadi amunisi agar lebih mudah dikenal publik.
Meningkatkan minat publik: dalam panggung industri, perusahaan dan media akan lebih tertarik bekerja sama karena mereka memiliki nilai jual dari latar belakang orang tua.
2. Dampak Negatif
Ketidakadilan dalam bersaing: Banyak talenta atau orang baru yang sulit bersaing karena kalah dengan koneksi keluarga.
Krisis identitas: Sebagian nepo baby merasa sulit membuktikan bahwa kemampuannya diperoleh dari kerja keras, bukan karena bantuan orang tuanya.
Stigma privilese: Publik sering kali meremehkan pencapaian nepo baby karena bantuan dari orang tua dalam mencapai jabatannya.
Oligarki dan nepotisme: Politik dapat dikuasai oleh dinasti tertentu, sehingga tidak mencerminkan keterwakilan masyarakat secara adil.
Munculnya konflik kepentingan: Saat kekuasaan hanya berkutat pada lingkaran keluarga, maka kebijakan yang cenderung lebih menguntungkan golongan tertentu.
Baca juga: Memahami Pengertian, Penyebab, dan Dampak dari Kolusi
Itulah penjelasan terkait, apa itu nepo baby? Dengan begitu, diharapkan fenomena nepotisme dapat diminimalisir karena menimbulkan gejolak tertentu dalam masyarakat. (DLA)
