Konten dari Pengguna

Memahami Pengertian, Penyebab, dan Dampak dari Kolusi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian, penyebab, dan dampak kolusi. Sumber: Unsplash/Rock Staar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian, penyebab, dan dampak kolusi. Sumber: Unsplash/Rock Staar

Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) adalah permasalahan yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kolusi adalah kerja sama dalam melawan hukum antara penyelenggara negara.

Praktik kolusi terjadi karena beberapa hal. Sehingga dapat berdampak buruk untuk suatu negara hanya untuk kepentingan pribadi atau orang lain.

Pengertian Kolusi

Ilustrasi pengertian, penyebab, dan dampak kolusi. Sumber: Unsplash/DocuSign

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kolusi adalah kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji; persekongkolan.

Sedangkan dikutip dari buku Himpunan Perundangan Tentang, Pemberantasan KK, Tim Pustaka Yustisia (2006), pengertian dari kolusi adalah permufakatan atau kerja sama secara melawan hukum antarpenyelenggara negara atau antara penyelenggara negara dari pihak lain yang merugikan orang lain, masyarakat, dan atau negara.

Kolusi merupakan sikap dan perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan secara tersembunyi dalam melakukan kesepakatan perjanjian dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu (gratifikasi) sebagai pelicin agar segala urusannya menjadi lancar.

Ciri-ciri dari tindakan kolusi yakni:

  • Pemberian uang pelicin dari perusahaan tertentu kepada oknum pejabat atau pegawai pemerintahan agar perusahaan dapat memenangkan tender. Biasanya, imbalannya berupa kembali ditunjuk untuk proyek berikutnya.

  • Penggunaan broker (perantara) dalam pengadaan barang dan jasa tertentu. Padahal, seharusnya dapat dilaksanakan melalui mekanisme G2G (pemerintah ke pemerintah) atau G2P (pemerintah ke produsen), atau dengan kata lain secara langsung.

Penyebab Kolusi

Terjadinya praktik kolusi tidak datang dengan sendirinya, melainkan terdapat beberapa penyebab yang melatarbelakanginya. Praktik ini juga dapat terjadi di berbagai lingkup dan institusi, yakni:

1. Lingkup Pemerintah

Kolusi yang terjadi di lingkup pemerintahan disebabkan oleh adanya tindakan monopoli kekuasaan dengan wewenang pejabat tanpa adanya mekanisme pertanggungjawaban. Sistem dapat dikontrol dan tidak dapat berfungsi lagi.

2. Lingkup Pendidikan

Di lingkup pendidikan, kolusi terjadi karena beberapa hal. Mulai dari sistem yang kurang baik, tradisi untuk memberikan uang kepada pendidik, kurikulum yang tidak kontekstual, pemberian gaji guru yang rendah dengan biaya sekolah yang tinggi.

3. Lingkup Masyarakat

Di lingkup masyarakat, kolusi terjadi karena beberapa hal. Seperti dikarenakan masalah ekonomi, latar pendidikan, hingga kebudayaan di suatu tempat.

Dampak Kolusi

Ilustrasi pengertian, penyebab, dan dampak kolusi. Sumber: Unsplash/Chris Liverani

Praktik kolusi dapat berdampak buruk bagi masyarakat hingga negara. Di antaranya sebagai berikut.

  1. Terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat serta ketidakadilan di berbagai bidang dalam kehidupan.

  2. Pertumbuhan ekonomi serta investasi menjadi terhambat hingga pengentasan kemiskinan terhambat.

  3. Pemborosan terhadap sumber daya, baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya ekonomi.

  4. Proses dari demokrasi menjadi terganggu, karena adanya pelanggaran terhadap hak-hak warga negara.

  5. Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat pemerintah.

  6. Terjadi ketidakselarasan di antara fungsi, mekanisme proses sesuai dengan prosedur dan hukum, tujuan dengan praktiknya di lapangan.

Baca Juga: Pengertian Nepotisme, Ciri-Ciri, dan Contohnya dalam Kehidupan

Kolusi adalah tindakan yang berdampak buruk hingga menyebabkan kerugian negara yang begitu besar. Untuk itu, aturan dan pengawasan yang ketat sangat diperlukan guna memberantas praktik KKN.(MZM)