Konten dari Pengguna

Pengertian Nepotisme, Ciri-Ciri, dan Contohnya dalam Kehidupan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nepotisme adalah - Sumber: https://pixabay.com/id/users/089photoshootings-4258482/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nepotisme adalah - Sumber: https://pixabay.com/id/users/089photoshootings-4258482/

Nepotisme merupakan hal yang selama ini dianggap sebagai sikap atau tindakan yang cukup merugikan. Secara singkat, pengertian nepotisme adalah kecenderungan mengutamakan sanak saudara dalam berbagai hal.

Ini tentunya akan merugikan banyak pihak yang terkait. Banyak orang, di luar hubungan keluarga, akan kehilangan kesempatan dalam berbagai hal. Seringnya ini terjadi dalam hal bisnis atau pekerjaan.

Nepotisme adalah Kecenderungan Mengutamakan Sanak Saudara

Ilustrasi nepotisme adalah - Sumber: https://pixabay.com/id/users/webtechexperts-10518280/

Secara umum, pengertian nepotisme adalah praktik memberikan preferensi atau perlakuan khusus kepada anggota keluarga atau kerabat dekat oleh seseorang yang memiliki kekuasaan.

Berdasarkan buku Etika Pemerintahan: Norma, Konsep, dan Praktek bagi Penyelenggara Pemerintahan, Dr. Drs. Ismail Nurudin, M.Si, Lintang Rasi Aksara Books, nepotisme merupakan pemanfaatan jabatan bagi keluarga atau kerabat dekat pejabat, sehingga menutup kesempatan bagi orang lain.

Istilah ini juga sering dikaitkan dengan praktik korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan. Dengan kondisi seseorang yang memiliki kekuasaan memberikan keuntungan kepada anggota keluarganya tanpa mempertimbangkan kualifikasi atau kemampuan yang sebenarnya.

Ciri-Ciri Nepotisme

Ilustrasi nepotisme adalah - Sumber: https://pixabay.com/id/users/stocksnap-894430/

Tindakan atau praktik nepotisme dapat diketahui dari beberapa ciri-ciri khususnya. Berikut adalah ciri-ciri nepotisme yang signifikan.

  • Penempatan anggota keluarga atau kerabat dekat dalam posisi-posisi penting atau strategis di suatu organisasi atau pemerintahan.

  • Individu yang terlibat dalam praktik nepotisme memberikan perlakuan khusus kepada anggota keluarga mereka dalam hal promosi, kenaikan gaji, atau fasilitas lainnya.

  • Anggota keluarga atau kerabat dekat yang mendapat keuntungan dari nepotisme sering kali terlibat dalam pengambilan keputusan penting di organisasi atau pemerintahan.

  • Praktik nepotisme mengabaikan prinsip meritokrasi yang menyatakan bahwa promosi dan penempatan posisi harus didasarkan pada kualifikasi dan prestasi.

  • Sering terjadi dalam lingkungan yang kurang transparan, saat keputusan-keputusan terkait penempatan posisi tidak diungkapkan secara jelas atau didasarkan pada kriteria yang obyektif.

Contoh Praktik Nepotisme

Beberapa contoh praktik nepotisme yang sering ditemui dalam kehidupan, antara lain:

  • Seorang kepala daerah yang menunjuk saudara atau anaknya sebagai kepala dinas atau pejabat tinggi dalam pemerintahan.

  • Pemilik perusahaan mempromosikan saudara atau anak mereka ke posisi manajemen kunci. Tanpa mempertimbangkan keahlian atau pengalaman yang relevan.

  • Aktor atau aktris terkenal memperkenalkan anggota keluarga mereka ke industri tersebut tanpa mempertimbangkan bakat atau dedikasi yang sebenarnya.

  • Anggota fakultas atau staf akademik menunjuk atau memihak anggota keluarga mereka dalam hal penempatan posisi atau mendapatkan fasilitas pendidikan.

  • Anggota dewan direkrut berdasarkan hubungan keluarga, bukan kompetensi atau kontribusi nyata mereka terhadap misi organisasi.

Baca Juga: Diskriminasi: Definisi, Penyebab, Dan Contohnya

Pada dasarnya, praktik nepotisme adalah sesuatu yang perlu dilawan. Mengatasi nepotisme membutuhkan penerapan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan pengawasan yang ketat dari semua pihak. (DNR)