Konten dari Pengguna

Apa Itu Performative Activism? Ini Arti, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Apa Itu Performative Activism. Sumber: Unsplash/Walls Io
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Apa Itu Performative Activism. Sumber: Unsplash/Walls Io

Terdapat beberapa bentuk aktivisme, salah satunya performative activism. Apa itu performative activism? Ada banyak masalah yang terjadi di berbagai belahan dunia setiap harinya. Hal ini memicu banyak orang untuk menyuarakan apa yang dianggap benar.

Menjadi aktivis dan berani menyuarakan hal-hal yang benar merupakan tindakan yang bagus. Namun, masyarakat perlu berhati-hati agar tidak melakukan performative activism.

Apa Itu Performative Activism? Ini Arti dan Ciri-cirinya

Ilustrasi untuk Apa Itu Performative Activism. Sumber: Unsplash/Shutter Speed

Mengutip dari Pendekatan Behaviorisme: Seri Teori dan Metode Ilmu Politik, Marsh dan Stoker (2021:38), aktivisme adalah suatu aktivitas pengungkapan perasaan yang memungkinkan orang menegaskan identitasnya. Lantas, apa itu performative activism?

Arti performative activism atau aktivisme performatif adalah suatu tindakan mendukung isu sosial tertentu tetapi hanya berupa simbolis atau hanya untuk meningkatkan reputasi pribadi. Sederhananya, performative activism dilakukan untuk terlihat peduli, bukan benar-benar peduli.

Performative activism memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Tidak melakukan riset atas isu atau topik yang sedang viral dan hanya mengikuti tren.

  • Hanya menunjukkan dukungan saat topik atau isu tertentu sedang hangat atau viral dan akan menghilang saat topik tersebut sudah tidak ramai dibicarakan.

  • Performative activism bertujuan untuk meningkatkan citra pribadi, terlihat peduli, dan mendapatkan simpati dari orang lain, bukan benar-benar membantu.

  • Apabila aktivisme ini dilakukan di media sosial, maka biasanya orang yang melakukan aktivisme performatif tidak menunjukkannya di dunia nyata.

  • Tidak konsisten dengan tindakannya, misalnya menyuarakan tentang boikot produk tertentu padahal dirinya sendiri masih menggunakan produk tersebut.

Dampak dan Contoh Performative Activism

Ilustrasi untuk Apa Itu Performative Activism. Sumber: Unsplash/Erick Zajac

Jika dilihat sekilas, performative activism tidak memiliki dampak negatif. Performative activism akan membuat seolah-olah banyak orang yang peduli pada suatu isu. Padahal, aktivisme ini dapat menimbulkan kerugian. Berikut beberapa contohnya.

1. Contoh 1

Ada banyak orang yang melakukan aktivisme performatif di media sosial pada suatu isu dengan berbagai unggahan yang kurang penting. Hasilnya, unggahan tersebut dapat menutupi unggahan yang berisi informasi penting seperti petisi, informasi donasi, dan sebagainya.

2. Contoh 2

Contoh lainnya adalah suatu perusahaan mendukung gerakan pada isu lingkungan dan kerap menyuarakan untuk mengurangi jejak karbon. Namun, perusahaan ini justru melakukan hal yang berlawanan, misalnya produksi yang dilakukan tetap merusak lingkungan.

Baca juga: Apa Itu Aksi Kamisan? Ini Penjelasan dan Latar Belakangnya

Apa itu performative activism? Performative activism adalah aktivisme yang dilakukan demi citra pribadi, bukan benar-benar peduli terhadap suatu isu. (KRIS)