Apa itu Wukuf di Arafah? Ini Pengertian, Jadwal dan Tata Caranya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun haji yang paling penting dan tidak dapat ditinggalkan. Tanpa pelaksanaan wukuf, ibadah haji dianggap tidak sah meskipun semua rukun lainnya telah dijalankan. Pertanyaannya apa itu wukuf di Arafah?
Masih banyak umat muslim yang tidak paham akan hal itu. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pengertian, jadwal, serta tata cara pelaksanaan wukuf menjadi sangat penting bagi setiap calon jemaah haji agar ibadahnya sempurna di sisi Allah Swt.
Apa itu Wukuf di Arafah? Ini Penjelasannya
Apa itu wukuf di Arafah? Mengutip dari buku Jejak Sejarah di Dua Tanah Haram; Napak Tilas 85 Tempat Bersejarah di Makkah dan Madinah, Mansya Aji Putra, (2023), wukuf di Arafah adalah rukun yang paling pokok dan puncak yang paling agung dalam rangkaian ibadah haji.
Wukuf berasal dari bahasa Arab waqafa yang berarti berhenti atau berdiam diri. Dalam konteks ibadah haji, wukuf adalah kegiatan berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah mulai dari tergelincirnya matahari (waktu Dzuhur) hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.
Wukuf tidak harus dilakukan dalam keadaan suci, sehingga jamaah yang sedang haid, nifas, atau sakit tetap dianggap sah melakukan wukuf asalkan berada di Arafah pada rentang waktu yang telah ditentukan. Adapun tata cara dari wukuf di Arafah, sebagai berikut.
1. Mendengarkan Khutbah Wukuf
Seorang khatib menyampaikan khutbah wukuf di Masjid Namirah atau di tenda masing-masing (melalui pengeras suara atau siaran), berisi nasihat, doa, dan pengingat tentang pentingnya momen ini.
2. Melaksanakan Salat Dzuhur dan Ashar secara Jamak dan Qashar
Salat Dzuhur dan Ashar dilakukan secara jamak taqdim (digabung di waktu Dzuhur) dan qashar (dipendekkan menjadi 2 rakaat masing-masing), dengan satu azan dan dua iqamah.
3. Berdiam dan Berdoa di Arafah
Inilah inti dari wukuf. Jemaah berdiam di Arafah dari waktu Dzuhur hingga Maghrib.
Disunahkan untuk:
Berzikir
Membaca Al-Qur’an
Beristighfar
Memperbanyak doa-doa, terutama memohon ampunan dan kebaikan dunia-akhirat
4. Tidak Meninggalkan Arafah Sebelum Maghrib
Jemaah dilarang meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenam. Waktu wukuf berakhir setelah Maghrib. Setelah matahari terbenam, jamaah bergerak menuju Muzdalifah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji
Baca juga: 4 Perbedaan Haji Reguler, Haji Plus, dan Haji Furoda yang Perlu Diketahui Muslim
Itulah sedikit penjelasan mengenai apa itu wukuf di Arafah. Dengan memahami dan melaksanakan wukuf sesuai tuntunan, semoga jemaah haji menjadi haji yang mabrur dan diridai Allah Swt. (RIZ)
