Apa Tujuan Diutusnya Rasul ke Bumi? Inilah Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Islam, kita diwajibkan untuk mengimani rasul Allah SWT sebagai bentuk dari rukun iman ke-3. Namun apakah Anda pernah berpikir apa tujuan diutusnya rasul ke bumi dan kenapa juga rasul merupakan manusia, bukan malaikat sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang selalu taat dan beribadah?
Baca Juga: Alasan Kita Harus Beriman Kepada Nabi dan Rasul
Apa Tujuan Diutusnya Rasul ke Bumi? Inilah Penjelasannya
Pada dasarnya, kata rasul berasal arsala yang artinya mengutus atau mengirim. Sedangkan secara istilah, rasul artinya seorang laki-laki saleh yang diutus Allah untuk menyampaikan risalah-Nya kepada manusia berdasarkan wahyu Allah yang diterimanya.
Adapun menurut Cyril Glasse dalam buku Ensiklopedi Islam (ringkas) (2002: 297), rasul adalah utusan, duta Tuhan yang mengajarkan agama atau wahyu yang baru. Al-Quran menyebutkan beberapa orang dari kelompok ulul azmi (pemilik keteguhan hati), sekalipun Al-Quran tidak menyebutkan mereka yang tergolong kelompok ini. Namun sejumlah mufasir mengajukan nama kelompok ulul azmi ini.
Tugas Rasul
Terdapat beberapa tugas yang dibebankan Allah SWT kepada rasul-Nya, di antaranya adalah:
Menyampaikan risalah dari Allah SWT
Mengajak kepada tauhid, yaitu mengajak umatnya untuk meng-esa-kan Allah SWT dan menjauhi perilaku musyrik (menyekutukan Allah).
Memberi kabar gembira kepada orang mukmin dan memberi peringatan kepada orang kafir.
Menunjukkan jalan yang lurus.
Membersihkan dan menyucikan jiwa manusia serta mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah.
Sebagai hujjah bagi manusia.
Tujuan Diutusnya Rasul ke Bumi
Terdapat beberapa alasan Allah SWT mengutus rasul-Nya ke bumi, di antaranya:
Mengajak Manusia Menyembah Allah SWT
Alasan pertama diutusnya rasul ke bumi adalah untuk mengajarkan manusia hanya menyembah Allah SWT, sosok yang menciptakan manusia.
Allah SWT berfirman,
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Artinya: “Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. An-Nahl: 36)
Menjadi Suri Teladan
Untuk membentuk mengajarkan manusia akan akhlak yang baik, Allah SWT mengutus rasul-Nya untuk menjadi suri teladan. Sehingga, manusia dapat meniru apa yang dilakukan rasul Allah SWT. seperti sikap Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan umat Islam dan berlaku hingga saat ini.
Allah SWT berfirman,
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ
Artinya, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Demikianlah penjelasan singkat tentang tujuan diutusnya rasul ke bumi. Semoga informasi di atas dapat menambah keimanan kepada rasul Allah SWT sebagai salah satu rukun iman yang dijalankan dengan sebenar-benarnya.(MZM)
