Apa yang Dimaksud dengan Controlling dalam Manajemen?

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang dimaksud dengan controlling dalam manajemen? Controlling adalah salah satu aspek penting untuk menunjang pengelolaan dalam dunia bisnis, keuangan, atau yang lainnya.
Controlling berperan untuk memastikan agar tujuan yang sudah ditetapkan bisa tercapai sesuai perencanaan. Beberapa kasus yang umumnya perlu dikendalikan dalam organisasi yakni seperti tugas yang tidak terselesaikan, waktu penyelesaian yang molor, anggaran yang kurang atau berlebih, dan sebagainya.
Oleh karena itu, penerapan controlling sangat diperlukan dalam manajemen. Bagus atau tidaknya performa perusahaan dapat dilihat dari segi manajemen yang diterapkan oleh perusahaan. Agar lebih memahami controlling, simak pengertian dan fungsinya di artikel ini.
Baca juga: (Tingkatan Manajemen: Pengertian, Fungsi, dan Perannya)
Apa yang Dimaksud dengan Controlling?
Apa itu controlling dalam fungsi manajemen? Controlling merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penilaian atau evaluasi, sehingga karyawan bisa diarahkan untuk bekerja sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Maksud dari controlling sebagai pengawasan adalah kegiatan organisasi akan diawasi untuk menjamin berbagai divisi dapat menjalankan tugasnya sesuai rencana yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Sementara itu, dalam buku Inovasi Pendidikan: Konsep, Proses, dan Strategi oleh Arin Tentrem Mawati, dkk (2020) dijelaskan bahwa controlling merupakan proses penentuan segala sesuatu yang harus diselesaikan dan tidak menyimpang dari standar yang sudah ditetapkan.
Hasil controlling harus bisa menunjukkan sejauh mana tingkat kecocokan atau ketidakcocokan upaya yang telah dilakukan dengan tujuan yang hendak dicapai.
Fungsi Controlling dalam Manajemen
Apa saja fungsi controlling dalam manajemen? Berikut adalah penjelasan lengkapnya:
Mengevaluasi keberhasilan pencapaian target dan tujuan sesuai indikator yang sudah ditentukan.
Mencegah terjadinya kelalaian, penyimpangan, dan penyelewengan, sehingga tidak menimbulkan kerugian.
Berguna untuk mengambil upaya koreksi atau klarifikasi terhadap penyimpangan yang mungkin bisa ditemukan.
Untuk menjalankan berbagai macam alternatif solusi terhadap berbagai masalah yang berkaitan dengan pencapaian tujuan perusahaan.
Untuk mendidik para pejabat agar mereka bisa menjalankan pekerjaan sesuai prosedur yang telah ditentukan.
Untuk mempertebal rasa tanggung jawab pejabat yang diberikan wewenang dan tugas untuk menjalankan pekerjaan.
Fungsi controlling sangat banyak, sehingga dapat memberikan alternatif bagi perusahaan untuk mencapai targetnya. Adapun pihak yang berwenang melakukan controlling adalah manajer. (DLA)
