Konten dari Pengguna

Tingkatan Manajemen: Pengertian, Fungsi, dan Perannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilusteasi tingkatan manajemen. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilusteasi tingkatan manajemen. Foto: Unsplash

Dalam menjalankan suatu perusahaan atau organisasi, adanya tingkat manajemen dibutuhkan untuk bisa mengoperasikan, merencanakan, hingga mengendalikan suatu sumber daya.

Umumnya, tingkatan manajemen dapat dibedakan menjadi beberapa bagian tergantung tanggung jawabnya masing-masing. Ada manajemen puncak, menengah, hingga lini pertama.

Untuk mengetahui pengertian tingkatan manajemen dan apa saja fungsi serta tanggung jawabnya, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Tingkatan Manajemen

Ilustrasi manajemen perusahaan. Foto: Pexels

Pada dasarnya, tingkatan manajemen atau level of management dapat diartikan sebagai tingkatan yang membedakan wewenang serta beban pekerjaan yang wajib ditanggung oleh para manajer.

Menyadur buku Manajemen Sistem Informasi karangan Sindhunata, dalam organisasi itu sendiri, tingkatan manajemen digunakan sebagai ukuran tinggi rendahnya tingkat kelompok pimpinannya.

Karena organisasi tersebut terbagi ke dalam beberapa unit, maka tingkatan tersebut merupakan tingkat unit kerja. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tingkatan tersebut terdiri dari beberapa bagian, yaitu manajemen puncak, menengah, hingga lini pertama.

Namun, ada beberapa ahli yang mengungkapkan bahwa tingkatan manajemen terbagi menjadi lebih dari tiga bagian. Salah satu yang mengungkapkan adalah Nickels dan McHugh.

Berikut tingkatan-tingkatan manajemen yang terbagi menjadi empat bagian menurut Nickels dan McHugh, seperti yang dikutip dari Buku Ajar: Pengantar Manajemen karangan Nuning Nurma Dewi.

1. Manajemen Tingkat Puncak atau Top Management

Pada bagian ini, tingkatan manajemen terdiri dari direktur utama, presiden direktur atau wakil direktur. Untuk tingkatan ini, keahlian yang diperlukan adalah komunikasi, pengambilan keputusan, dan manajemen waktu.

2. Manajemen Tingkat Menengah atau Middle Management

Middle management terdiri dari kepala divisi atau departemen. Umumnya keahlian yang dibutuhkan antara lain adalah keahlian konseptual, komunikasi, serta manajemen waktu dan teknikal.

3. Manajemen Supervisi atau Supervisory or First Line Management

Jika pada tingkatan manajemen yang umumnya tidak ada manajemen supervisi, Nickels justru memperkenalkan bagian ini yang terdiri dari para supervisi, ketua kelompok, dan lainnya.

4. Manajemen Non Supervisi atau Non-supervisory Management

Tidak hanya manajemen supervisi, manajemen non supervisi pun termasuk bagian yang diungkapkan oleh Nickels dan McHugh. Tingkatan ini terdiri dari para tenaga kerja tingkat bawah, seperti buruh, pekerja bangunan, dan lainnya.

Fungsi Tingkatan Manajemen

Ilustrasi salah satu fungsi tingkat manajemen adalah perencanaan. Foto: Unsplash

Pengelompokan manajemen menjadi tiga tingkatan merupakan penyederhanaan yang berlebihan karena secara alamiah, pekerjaan yang sama sangat berbeda dan tidak ada garis batas tertentu yang memisahkan setiap tingkatan manajemen.

Meski demikian, dari masing-masing tingkatan manajemen tersebut, ada fungsi serta tanggung jawab yang perlu untuk dijalani. Namun, ada fungsi manajemen yang pada umumnya ada di setiap tingkatan manajemen.

Mengutip buku Pengantar Manajemen karangan Ernie Tisnawati Sule, berikut adalah beberapa fungsi tingkat manajemen.

1. Perencanaan (Planning)

Fungsi manajemen yang berkaitan dengan penyusunan tujuan dan menjabarkannya dalam bentuk perencanaan produk untuk mencapai suatu tujuan tersebut.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Fungsi manajemen yang berkaitan dengan pengelompokan personel dan tugasnya untuk menjalankan pekerjaan yang sesuai dengan tugas dan misi yang diberikan.

3. Pengatur Personel (Staffing)

Fungsi manajemen yang berkaitan dengan kegiatan bimbingan dan pengaturan kerja personel unit masing-masing manajemen sampai pada kegiatan, seperti seleksi, penempatan, pelatihan, pengembangan, dan kompensasi.

4. Pengarahan (Directing)

Fungsi manajemen yang berkaitan dengan kegiatan melakukan pengarahan-pengarahan, tugas-tugas, dan instruksi.

5. Pengawasan (Controlling)

Kegiatan manajemen yang berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan apakah pelaksanaannya sudah dikerjakan sesuai dengan perencanaan dan sudah sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai.

Selain itu, fungsi lainnya adalah untuk menentukan perencanaan yang belum mencapai kemajuan serta melakukan koreksi bagi pelaksanaan yang belum terselesaikan.

Peran 3 Tingkatan Manajemen

Ilustrasi peran tingkat manajemen. Foto: Unsplash

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa tingkatan manajemen terbagi menjadi beberapa bagian. Nickels dan McHugh menyebutkan bahwa tingkatan manajemen terbagi menjadi empat bagian, yaitu manajemen puncak, menengah, supervisi, dan non supervisi.

Namun, pada umumnya, tingkatan manajemen yang dikenal oleh masyarakat terbagi menjadi tiga bagian, yakni tingkatan manajemen puncak, menengah, dan lini pertama. Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

1. Manajemen Puncak (Top Level Management)

Manajemen puncak atau top level management merupakan tingkat manajemen paling atas dan juga mempunyai otoritas yang paling tinggi pada suatu organisasi perusahaan serta memiliki tanggung jawab langsung kepada pemilik perusahaan.

Pada tingkatan ini, manajemen puncak memiliki hak untuk mengangkat, memilih, serta memberhentikan manajemen lain yang berada di bawahnya. Contohnya adalah GM (General Manager), CEO (Chief of Executive Officer), dan Presdir.

Berikut beberapa tugas dan peran yang diemban oleh manajemen puncak:

  • Mengorganisir seluruh kegiatan dan pekerjaan yang nantinya akan dilakukan oleh manajer yang ada ditingkat menengah.

  • Penghubung dengan pihak lain yang berada di luar perusahaan.

  • Mengatur seluruh sumber daya organisasi perusahaan agar melakukan seluruh bentuk kegiatan dalam organisasi.

  • Merumuskan tujuan dalam suatu organisasi.

  • Membuat kerangka kebijakan dan rencana untuk mencapai tujuan utama yang telah ditetapkan.

2. Manajemen Menengah (Middle Management)

Manajemen tingkatan menengah memiliki posisi tengah dari hirarki manajemen pada suatu perusahaan. Umumnya, mereka akan memimpin dan mengarahkan seluruh kegiatan manajer yang ada di bawahnya.

Beberapa contoh jabatan yang ada dalam tingkatan manajemen tengah ini, di antaranya kepala departemen, manajer cabang, hingga junior executive. Berikut beberapa tugas dan peran manajemen tingkat menengah:

  • Merealisasikan seluruh kebijakan yang disusun oleh pihak manajemen puncak dan menjelaskannya pada manajemen yang berada di bawahnya.

  • Merekrut dan menyeleksi penempatan karyawan yang memang dibutuhkan oleh setiap departemen dan unit kerja.

  • Mengawasi dan mengerahkan seluruh karyawan yang berada di departemennya.

  • Mengorganisir seluruh kegiatan departemen agar bisa melakukan seluruh rencana dan kebijakan yang sudah ditetapkan.

  • Melakukan kerja sama dengan departemen lain demi kelancaran operasional perusahaan.

3. Manajemen Lini Pertama (First Line Management)

Selanjutnya adalah manajemen tingkatan lini pertama. Posisi manajemen tingkatan lini pertama atau low level management merupakan posisi dengan tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi perusahaan.

Tidak hanya itu, manajemen tingkatan lini pertama juga menjadi bagian dari manajemen operasional yang terlibat langsung dalam seluruh proses produksi dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai rencana.

Untuk lebih jelas, berikut beberapa tugas dan fungsi dari manajemen tingkat pertama, di antaranya:

  • Mempelajari dan memahami seluruh masalah serta keluh-kesah para pekerja operasional sebelum melaporkan pada manajemen tingkat menengah.

  • Menyediakan fasilitas lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi para pekerja.

  • Berkomunikasi dan memberikan motivasi pada para karyawan.

  • Mempertahankan sekaligus menjaga kualitas, serta memastikan jumlah output produksi atau layanan sesuai dengan apa yang direncanakan.

  • Meminimalisasi pemborosan suatu sumber daya organisasi atau perusahaan.

Bidang-Bidang Manajemen

Ilustrasi manajemen di perusahaan terdiri dari beberapa bidang. Foto: Pexels

Berdasarkan bidangnya, manajemen terbagi atas lima macam yang disesuaikan dengan tujuan masing-masing. Dikutip dari Membina Kompetensi Ekonomi untuk Kelas XII SMA/MA oleh Eeng Ahman (2007: 89-93), adapun bidang-bidang manajemen tersebut, yaitu:

1. Manajemen Produksi

Manajemen produksi adalah bidang manajemen yang berfokus pada kegiatan pengaturan faktor-faktor produksi agar dapat menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa, mulai dari sumber daya, bahan baku, tenaga kerja, alat dan mesin, dan lain sebagainya

Tujuan manajemen produksi adalah untuk mengatur produksi barang atau jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu, serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan konsumen.

2. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah bidang manajemen yang berhubungan langsung dengan konsumen serta pemasaran dan distribusi produk dari produsen sampai ke tangan konsumen.

Tujuan manajemen keuangan adalah untuk mengatur kegiatan pertukaran atau penyampaian barang dari produsen ke konsumen dapat berjalan lancar dan memuaskan melalui riset pasar, promosi, pengaturan organisasi pemasaran, sistem distribusi, dan cara memuaskan pelanggan.

3. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah bidang manajemen yang berfokus terhadap pengelolaan dana dan keuangan perusahaan secara menyeluruh agar lebih efektif dan efisien.

Hal-hal yang berkaitan dengan manajemen keuangan adalah manajemen sumber dana, manajemen penggunaan dana, dan pengawasan penggunaan dana.

Adapun tujuan manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan keuntungan dan meningkatkan kemakmuran pemegang saham.

4. Manajemen Personalia

Manajemen personalia adalah bidang manajemen yang berfokus pada perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, pemeliharaan, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Tujuan manajemen personalia adalah untuk mengatur, membina, menggerakkan, mengarahkan, serta mengembangkan pegawai agar mampu menyelesaikan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan perusahaan.

5. Manajemen Administrasi

Manajemen administrasi adalah bidang manajemen yang berfokus pada pemberian layanan di bidang administrasi, penggunaan alat yang efektif, dan kemudahan pada bidang lain.

Tujuan manajemen administrasi menurut George Robert Terry dalam bukunya Office Management and Control, yaitu:

  • Memberikan semua keterangan lengkap dan diperlukan siapa saja, kapan, dan di mana hal itu diperlukan untuk pelaksanaan perusahaan secara efisien.

  • Memberikan catatan dan laporan yang cukup dengan biaya serendah-rendahnya.

  • Membantu perusahaan memelihara kebutuhan perkantoran.

  • Memberikan pekerjaan ketatausahaan yang cermat.

  • Membuat catatan dengan biaya minimal.

Baca Juga: Tahapan dari Proses Manajemen beserta Penjelasannya

(JA & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa saja bidang-bidang manajemen?
chevron-down

Bidang-bidang manajemen tersebut, yaitu manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen personalia, dan manajemen administrasi.

Level manajemen ada berapa?
chevron-down

Secara umum ada tiga, yaitu manajemen puncak, manajemen menengah, dan manajemen lini pertama.

Apa yang dimaksud dengan tingkatan manajemen?
chevron-down

Tingkatan manajemen atau level of management dapat diartikan sebagai tingkatan yang membedakan wewenang serta beban pekerjaan yang wajib ditanggung oleh para manajer.