Konten dari Pengguna

Apa yang Memicu Terjadinya Perang Padri? Ini Beberapa Penyebabnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang memicu terjadinya Perang Padri. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Алесь Усцінаў
zoom-in-whitePerbesar
Apa yang memicu terjadinya Perang Padri. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Алесь Усцінаў

Perang Padri merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang terjadi di Sumatera Barat pada awal abad ke-19. Menjadi banyak pertanyaan orang-orang, sebenarnya apa yang memicu terjadinya Perang Padri?

Konflik ini awalnya muncul sebagai perang saudara antara Kaum Padri dan Kaum Adat, namun akhirnya menjadi perlawanan melawan Belanda. Perang ini dipicu oleh perbedaan pandangan mengenai ajaran agama Islam dan adat istiadat yang berlaku di Minangkabau.

Apa yang Memicu Terjadinya Perang Padri? Ini 6 Penyebab Utamanya

Apa yang memicu terjadinya Perang Padri. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/jane grn

Apa yang memicu terjadinya Perang Padri? Mengutip dari buku Bahkan Tuhan pun Tak Tega Jika Kita Menderita, Ayang Utriza Yakin, (2022), salah satu pemicu utama Perang padri adalah ajaran yang dibawakan oleh 3 Haji ala Wahabi yang bertentangan dengan kaum Adat saat itu.

Setelah terjadinya perang pertama, perselisihan tidak terelakan sehingga berlanjut cukup lama. Namun, tentunya bukan karena hal itu saja terjadinya perang. Adapun beberapa pemicu utama terjadinya Perang Padri, sebagai berikut.

1. Gerakan Pemurnian Islam

  • Dipelopori oleh tiga ulama Minangkabau yang baru kembali dari Mekkah tahun 1803: Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piobang.

  • Terinspirasi dari gerakan Wahabi untuk menerapkan syariat Islam secara murni di Minangkabau.

2. Pertentangan dengan Adat Minangkabau

  • Kaum Adat mempertahankan tradisi lokal, sementara Kaum Padri menentangnya.

  • Beberapa kebiasaan adat yang dianggap menyimpang: judi, sabung ayam, minum minuman keras, merokok, serta sistem warisan matrilineal.

3. Kegagalan Perundingan

  • Upaya perdamaian antara Kaum Padri dan Kaum Adat tidak berhasil.

  • Kaum Adat meskipun sempat berjanji meninggalkan kebiasaan buruk, tetap melakukannya, sehingga menimbulkan kekecewaan dan kemarahan Kaum Padri.

4. Perpecahan Internal

  • Konflik berkembang menjadi perang saudara antara Kaum Padri dan Kaum Adat di Kerajaan Pagaruyung.

  • Perang ini melibatkan masyarakat Minang dan Mandailing.

5. Campur Tangan Belanda

  • Kaum Adat yang terdesak meminta bantuan Belanda.

  • Belanda memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas pengaruh dan kekuasaan di Sumatera Barat.

6. Persatuan Melawan Penjajah

  • Setelah menyadari ancaman Belanda, Kaum Padri dan Kaum Adat akhirnya bersatu.

  • Perang Padri kemudian berubah dari konflik internal menjadi perang kolonial melawan Belanda.

Baca juga: Perang Pattimura: Tokoh, Penyebab, dan Sejarah yang Tidak Boleh Dilupakan

Itulah sedikit sedikit mengenai apa yang memicu terjadinya Perang Padri. Perang Padri dipicu oleh perbedaan prinsip antara Kaum Padri dan Kaum Adat, yang kemudian dimanfaatkan Belanda untuk memperkuat kekuasaannya. (RIZ)