Konten dari Pengguna

Apakah Boleh Berhubungan Intim Saat Bulan Ramadhan? Ini Penjelasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Boleh Berhubungan Intim Saat Bulan Ramadhan? Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Carly Rae Hobbins
zoom-in-whitePerbesar
Apakah Boleh Berhubungan Intim Saat Bulan Ramadhan? Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Carly Rae Hobbins

Bulan Ramadan adalah bulan suci yang dinantikan umat Islam setiap tahunnya. Selama bulan Ramadan, umat muslim akan menjalankan ibadah puasa. Ada banyak pertanyaan seputar Ramadan dan puasa, salah satunya apakah boleh berhubungan intim saat bulan Ramadhan.

Pertanyaan ini sering diajukan oleh orang-orang yang sudah memiliki rumah tangga. Tentunya untuk menjawab pertanyaan tersebut harus merujuk pada apa yang dijelaskan di dalam Al-Qur'an, hadis, dan pendapat para ulama.

Apakah Boleh Berhubungan Intim Saat Bulan Ramadhan? Ini Hukumnya

Apakah Boleh Berhubungan Intim Saat Bulan Ramadhan? Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Thomas Curryer

Sebelum menjawab pertanyaan apakah boleh berhubungan intim saat bulan Ramadhan, penting untuk memahami bahwa dalam Islam fitrah manusia sangat dihargai. Tidak terkecuali dalam hal hubungan suami istri.

Islam tidak melarang hubungan suami istri selama dilakukan dengan cara yang halal dan sesuai aturan agama. Bahkan hubungan suami istri dalam Islam dianggap sebagai salah satu ibadah dalam rumah tangga.

Namun, apakah hal tersebut boleh dilakukan saat bulan Ramadan? Mengingat di bulan Ramadan umat Islam diminta untuk menjaga hawa napsu, makan, dan minum dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari.

Dikutip dari buku Tanya Jawab Islam, PISS KTB dan Tim Dakwah Pesantren, (2015), jawaban dari pertanyaan seputar hubungan suami istri adalah diperbolehkan, dengan catatan dilakukan pada malam hari setelah buka puasa.

Hal tersebut didasarkan pada firman Allah Swt. melalui surat Al-Baqarah ayat 187, yang artinya adalah sebagai berikut:

"...د أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ"

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, lalu Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. (Tetapi) jangan campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 187)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa halal hukumnya untuk melakukan hubungan suami istri pada malam hari di bulan Ramadan. Yang terpenting setelah berhubungan jangan lupa untuk mandi besar agar bisa menjalankan ibadah puasa dan salat subuh.

Baca juga: Hukum Sahur Setelah Adzan Subuh karena Kesiangan

Jadi, kesimpulannya jika ada yang bertanya apakah boleh berhubungan intim saat bulan Ramadan, maka jawabannya adalah boleh di malam hari. (WWN)