Konten dari Pengguna

Apakah Kritik terhadap Neoklasik? Ini Penjelasan Lengkapnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah Kritik terhadap Neoklasik. Foto: dok. Unsplash/Markus Spiske
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah Kritik terhadap Neoklasik. Foto: dok. Unsplash/Markus Spiske

Apakah kritik terhadap neoklasik? Pertanyaan ini banyak dibahas dalam mata pelajaran Ekonomi. Teori neoklasik dikenal sebagai teori yang membahas terkait pertumbuhan ekonomi yang dapat terjadi sebab beberapa faktor. Salah satunya adalah tenaga kerja.

Namun, adanya teori neoklasik ini memunculkan berbagai kritik. Kemunculan kritik terhadap teori neoklasik ini membahas mengenai kekurangan isi teori tersebut.

Apakah Kritik terhadap Neoklasik?

Ilustrasi Apakah Kritik terhadap Neoklasik. Foto: dok. Unsplash/Stephen Dawson

Mengutip dari dalam buku berjudul Pembangunan Ekonomi, Edisi 9, Jilid 1, Michael P. Todaro, Stephen C. Smith (hal 172), teori neoklasik adalah teori yang membahas bahwa sebagian besar sumber pertumbuhan ekonomi merupakan faktor eksogen atau proses yang independen dalam kemajuan teknologi. Teori ini disebut memiliki kelemahan.

Kelemahan teori neoklasik, yaitu kerangka neoklasik adalah tidak mungkin menganalisis penentu kemajuan teknologi karena kemajuan yang terjadi sama sekali tidak berkaitan dengan keputusan yang dibuat oleh lembaga ekonomi. Selain itu, teori neoklasik disebut gagal menjelaskan besarnya perbedaan residu yang ada di antara negara yang memiliki teknologi yang sama.

Adanya kelemahan tersebut membuat teori ini diberi kritik. Apakah kritik terhadap neoklasik? Kritik yang muncul terhadap teori ekonomi neoklasik adalah kurangnya perhatian terhadap adanya keadilan dalam distribusi kekayaan dan pendapatan.

Di samping itu, kritik dari teori neoklasik ini adalah umumnya teori ini terlalu mengabaikan realitas kompleksitas ekonomi yang sebenarnya. Mengutip dari buku berjudul Perilaku Organisasi Menuju Orientasi Pemberdayaan, M. Chazienul Ulum (2016: 27), terdapat beberapa kritik terhadap neo klasik. Berikut ini adalah kritik terhadap teori neoklasik.

1. Implikasi Prinsip Pembagian Kerja

Jika prinsip ini diaplikasikan secara rigid atau kaku, maka dapat mengakibatkan kemunculan masalah depersonalisasi, disfungsi, kurang kooperatif dan bersifat individualis

2. Risiko Penekanan pada Struktur Organisasi Formal

Pada kenyataannya, struktur organisasi ini menimbulkan kompetisi yang tidak sehat antar anggota. Untuk mengatasi fenomena tersebut maka dibutuhkan adanya peningkatan partisipasi anggota dalam proses pembuatan keputusan.

Selain itu, perluasan kerja juga perlu dilakukan untuk memacu kemampuan anggota di bidang lain. Pengembangan manajemen yang dilakukan dengan melibatkan junior dalam mengambil keputusan bersama senior juga dapat dilakukan.

Baca juga: Apakah Kritik Terhadap Neo Klasik Masih Relevan?

Pembahasan mengenai apakah kritik terhadap neoklasik yang disajikan dalam artikel ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran bagi siswa. Khususnya untuk memperdalam pemahaman materi pelajaran Ekonomi. (DAP)