Apakah Mandi Idul Adha Harus Keramas? Ini Penjelasannya dalam Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Iduladha merupakan salah satu hari raya umat muslim yang bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di tanah suci. Pada Hari Raya Iduladha, umat muslim akan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk rasa syukur. Namun, yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah mandi Idul Adha harus keramas?
Sama seperti Idulfitri, umat muslim juga akan melaksanakan salat sunah saat Iduladha. Untuk itulah, umat muslim dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah tersebut. Akan tetapi, masih ada sebagian muslim yang bertanya-tanya mengenai boleh atau tidaknya keramas saat mandi sebelum salat Iduladha.
Apakah Mandi Idul Adha Harus Keramas?
Mengutip dari buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV, Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib (2021:119), salat Iduladha adalah salat sunah dua rakaat yang dilaksanakan pada Hari Raya Iduladha. Secara umum, ketentuan salat Iduladha sama seperti ketentuan pada salat Idulfitri.
Lantas, apakah mandi Idul Adha harus keramas terlebih dahulu? Jawabannya adalah diperbolehkan, tapi tidak diwajibkan. Namun, sebagian ulama menganjurkan umat muslim untuk kerasa saat mandi dengan tujuan membersihkan rambut dan kulit kepala.
Selain itu, perlu diketahui juga bahwa mandi besar Iduladha dapat dilakukan mulai dari tengah malam hingga subuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Namun, kegiatan mandi ini juga dapat dilakukan sebelum atau setelah salat subuh di hari itu.
Adapun dalil mandi sunah Iduladha dalam ajaran Islam mengikuti riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw mandi terlebih dahulu pada dua hari raya. Berikut adalah bunyi hadisnya.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى.
Artinya, "Bahwasannya Nabi Sallallahu 'Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idulfitri dan Iduladha." (HR Ibnu Majah)
Sementara itu, bagi umat muslim yang akan melakukan mandi besar sebelum melaksanakan ibadah salat sunah Iduladha, berikut adalah bacaan niat yang dapat dilafalkan.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala
Artinya, "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah ta'ala."
Baca Juga: Hewan Kurban menjadi Kendaraan di Akhirat, Benarkah?
Demikian ulasan singkat yang dapat menjawab pertanyaan apakah mandi Idul Adha harus keramas atau tidak. (Anne)
