Apakah Pasca Pemilihan Presiden Dapat Menyebabkan Krisis dalam Ilmu Ekonomi?

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi negara demokrasi seperti Indonesia, pemilihan umum merupakan salah satu hal yang sangat penting. Pertanyaannya adalah apakah kondisi pasca pemilihan presiden seperti ini dapat menyebabkan krisis dalam ilmu ekonomi?
Pemilihan presiden dan wakil presiden menimbulkan banyak gejolak di masyarakat karena adanya perbedaan pilihan. Sebenarnya hal ini wajar terjadi setelah pemilihan umum. Ketika masyarakat tidak bisa melakukan kontrol maka dapat menimbulkan konflik berkepanjangan.
Apakah Kondisi Pasca Pemilihan Presiden Seperti Ini Dapat Menyebabkan Krisis Dalam Ilmu Ekonomi? Ini Penjelasannya
Dikutip dari buku Hukum Pemilu di Indonesia karya Abdul Hakam Sholahuddin dkk., (2023) pemilu merupakan sarana penting dalam demokrasi di Indonesia. Hal tersebut karena pemilu merupakan contoh partisipasi dari rakyat dalam berpolitik.
Pemilu di Indonesia, khususnya untuk pemilihan presiden dan wakil presiden biasanya akan berjalan sangat panas. Banyak masyarakat yang saling memuji jagoan mereka baik di kehidupan nyata maupun media sosial.
Hal tersebut yang pada akhirnya membuat kondisi menjadi tidak begitu kondusif. Pertanyaannya adalah apakah kondisi pasca pemilihan presiden seperti ini dapat menyebabkan krisis dalam ilmu ekonomi?
Dalam beberapa kondisi sebenarnya situasi pasca pemilu bisa menyebabkan gejolak di sektor ekonomi, namun kebanyakan tidak sampai menimbulkan krisis yang merugikan bagi negara. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pemilu bisa menyebabkan gejolak ekonomi.
Faktor pertama disebabkan karena adanya ketidakpastian politik dan hal tersebut berdampak secara langsung kepada pasar. Biasanya investor akan cenderung menunda keputusan penanaman modal hingga situasi politik stabil. Penurunan investasi ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pengangguran, dan mengurangi penerimaan negara dari sektor pajak.
Selain itu, fluktuasi nilai tukar mata uang seringkali terjadi akibat spekulasi pasar. Jika pelaku ekonomi meragukan kemampuan pemerintah baru dalam mengelola kebijakan makroekonomi, nilai mata uang domestik dapat terdepresiasi.
Hal lainnya yang menyebabkan adanya gejolak setelah pemilu adalah pegantian pemimpin yang berdampak pada perubahan kebijakan ekonomi. Jika pemerintah mengusung kebijakan ekonomi baru maka akan ada perubahan pada sistem perpajakan, subsidi, ekspor, impor dan beberapa hal lainnya yang membuat sektor ekonomi akan bergejolak.
Baca juga: Macam-Macam Pengeluaran menurut Ilmu Ekonomi
Jadi kesimpulannya jika ada yang bertanya apakah kondisi pasca pemilihan presiden seperti ini dapat menyebabkan krisis dalam ilmu ekonomi? Jawabannya adalah bisa menimbulkan gejolak tetapi biasanya tidak sampai pada krisis. (WWN)
