Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Apakah Puasa Syawal Bisa Digabung dengan Puasa Ganti? Ini Penjelasannya
13 April 2024 17:01 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Puasa Syawal merupakan ibadah sunah yang dapat dikerjakan umat muslim selama bulan Syawal. Meski ibadah ini terbilang familiar, tetapi masih ada sebagian umat muslim yang bertanya-tanya mengenai apakah puasa Syawal bisa digabung dengan puasa ganti Ramadan.
ADVERTISEMENT
Pertanyaan ini kerap muncul karena di masyarakat terdapat beberapa pendapat yang berbeda. Oleh karena itulah, sebagian umat muslim ada yang merasa bingung dengan ketentuan penggabungan kedua puasa tersebut.
Apakah Puasa Syawal Bisa Digabung dengan Puasa Ganti Ramadan?
Jadi, apakah puasa Syawal bisa digabung dengan puasa ganti Ramadan? Terkait hal ini memang terdapat sejumlah perbedaan pendapat.
Menurut pendapat ulama Malikiyah dan mayoritas ulama Syafi'iyah, puasa qadha yang digabung dengan puasa Syawal akan dianggap sah. Namun, menurut ulama Hanabilah, umat muslim yang menggabungkan puasa Syawal dengan puasa qadha, maka hanya satu puasanya saja yang dianggap sah.
Sementara mengutip dari buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah, Ruhyat Ahmad (2020:94), puasa Syawal adalah puasa sunah, sedangkan qadha Ramadan adalah wajib. Jadi, sudah seharusnya ibadah wajib lebih didahulukan dibanding yang sunah.
ADVERTISEMENT
Adapun dalil yang menganjurkan untuk melaksanakan qadha puasa terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan puasa Syawal, sudah tertulis di Al-Khatib As-Syarbini dalam kitab Mughnil Muhtaj yang berbunyi sebagai berikut.
ADVERTISEMENT
Demikian jawaban atas pertanyaan mengenai apakah puasa Syawal bisa digabung dengan puasa ganti Ramadan atau tidak. Semoga bermanfaat, ya. (Anne)