Bacaan Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana bacaan niat puasa Syawal sekaligus bayar utang? Puasa Syawal adalah ibadah puasa sunah yang dilaksanakan umat muslim selama 6 hari di bulan Syawal.
Selain puasa Syawal, bagi muslimah yang mengalami haid pada puasa Ramadan atau orang yang sakit juga perlu mengganti puasanya atau bayar hutang puasa. Sering muncul pertanyaan apakah boleh berpuasa Syawal sekaligus bayar utang?
Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang, Bolehkah Digabung?
Menurut buku Puasa Wajib dan Puasa Sunnah oleh Agus Tarsono (2021: 69), puasa Syawal adalah puasa sunah yang dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal setelah Idulfitri. Cara melaksanakannya adalah sebagai berikut:
Puasa dilakukan selama 6 hari.
Lebih utama dilaksanakan setelah Idulfitri, tetapi tidak apa-apa jika diakhirkan selama masih di bulan Syawal.
Lebih utama dilakukan secara berurutan tetapi jika tidak berurutan juga tidak apa-apa.
Usahakan untuk menunaikan qadha' puasa terlebih dahulu agar memperoleh ganjaran puasa setahun penuh. Puasa Syawal adalah puasa sunnah, sedangkan puasa qadha Ramadan adalah wajib. Ibadah wajib sudah semestinya didahulukan sebelum sunnah.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa bacaan niat puasa syawal sekaligus bayar utang puasa tidaklah sama. Menurut situs lampung.nu.or.id, terdapat beberapa pendapat ulama mengenai menggabungkan puasa Syawal dan puasa qadha.
Ulama Hanabilah berpendapat bahwa menggabungkan niat puasa Syawal dan qadha Ramadan menyebabkan salah satu saja yang dianggap sah.
Puasa qadha yang digabung dengan puasa Syawal dianggap sah keduanya. Pendapat ini didukung oleh umala Malikiyah dan mayoritas ulama Syafi'iyah.
Tidak diperbolehkan menggabungkan dua niat. Pendapat ini didukung oleh sebagian ulama Syafi'iyah dan suatu riwayat ulama Hanabilah.
Kemudian, Syekh Ali Jum'ah menekankan bahwa lebih sempurna dan lebih utama jika kedua puasa tersebut dilakukan secara terpisah, sebab menurutnya mendapat pahala ganda bukan berarti mendapatkan pahala secara penuh.
Niat Puasa Syawal adalah sebagai berikut:
"Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Swt."
Niat Puasa Qadha
Sedangkan puasa qadha, menurut buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari oleh KH. Muhammad Habibullah (2018: 208) adalah puasa yang dilakukan untuk mengganti puasa wajib yang tertinggal atau karena satu hal membuat seseorang batal puasa wajibnya. Orang-orang yang wajib melakukan qadha puasa antara lain musafir, orang sakit, wanita yang haid dan nifas, serta orang yang makan dan minum dengan sengaja.
Waktu mengganti puasa dapat dilakukan setelah Ramadan sampai akhir bulan Syaban. Bacaan niat puasa qadha adalah sebagai berikut:
Nawaitu shouma ghodin 'an qadhai fardhi syahri Ramadhana lillaahi ta'aalaa
Artinya:
“Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala."
Baca juga: Tata Cara Puasa Syawal dan Bacaan Niatnya
Demikian bacaan niat puasa Syawal sekaligus bayar utang beserta penjelasan mengenai puasa Syawal dan puasa qadha Ramadan. Semoga bermanfaat bagi umat muslim yang akan melaksanakan puasa Syawal. (IND)
