Arti dari Bacaan Qobiltu Nikahaha Wa Tazwijaha untuk Akad Nikah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menikah merupakan salah satu ibadah dan juga mencari keturunan yang salih. Dalam ajaran Islam, ada beberapa syarat dan rukun yang harus dipenuhi saat akan melangsungkan pernikahan. Muhammad Khathib As-Syarbini dalam kitab Al-Iqna menyebutkan ada lima hal yang menjadi rukun nikah, yakni shighat (kalimat ijab kabul), istri, suami, wali-yang keduanya (suami dan wali) merupakan orang yang berakad-dan dua orang saksi. Dalam ijab kabul, ada ucapan dari mempelai pria sebagai jawaban dari ucapan wali nikah yang disebyt dengan qobiltu nikahaha wa tazwijaha.
Arti dari Qobiltu Nikahaha Wa Tazwijaha
Berikut adalah arti dan bacaan qobiltu nikahaha wa tazwijaya yang merupakan bacaan akad nikah dalam Bahasa Arab:
Bacaan Ijab
أنكحتك وزوجتك مخطوبتك بنتي…. علىالمهر…. حالا
Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (Nama pengantin perempuan) alal mahri (maha/ mas kawin) hallan
Artinya: "Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku (Nama pengantin perempuan) dengan mahar (Mahar/ mas kawin) dibayar tunai"
Bacaan Kabul
قبلت نكاحها وتزويجها على المهر المذكور ورضيت بهى والله ولي التوفيق
Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq
Artinya: "Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah"
Tujuan Pernikahan Menurut Islam
Setelah membahas mengenai arti dari bacaan akad nikah qobiltu nikahaha wa tazwijaha, dalam ajaran Islam pernikahan memiliki beberapa tujuan.
Berikut adalah tujuan pernikahan dalam Islam yang dikutip dari buku Aturan Pernikahan dalam Islam, Djamaludin Arra’uf bin Dahlan (2011: 17)
Untuk memenuhi tuntunan naluri manusia yang asasi, karena pernikahan adalah fitrah manusia dan jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah menikah.
Untuk membentengi akhlak yang luhur dimana sasaran utama dari disyariatkannya pernikahan dalam Islam diantaranya adala untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji.
Untuk menegakkan rumah tangga yang Islami, dimana dalam Al-Quran disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya thalaq jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah.
(WWN)
