Konten dari Pengguna

Arti Diplomasi Lunak dan Bedanya dengan Diplomasi Keras

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti Diplomasi Lunak, sumber: unsplash/MarcoOriolesi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti Diplomasi Lunak, sumber: unsplash/MarcoOriolesi

Arti diplomasi lunak adalah informasi yang jarang diketahui oleh masyarakat awam. Diplomasi sendiri merupakan cara untuk mempengaruhi perilaku atau keputusan dalam hubungan internasional melalui dialog dan dilakukan oleh perwakilan suatu negara.

Diplomasi memiliki fungsi penting untuk menjaga hubungan antarnegara. Upaya tersebut merupakan bentuk komunikasi untuk menciptakan kolaborasi yang pada akhirnya dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Arti Diplomasi Lunak

Ilustrasi Arti Diplomasi Lunak, sumber: unsplash/EdwinAndrade

Secara garis besar, ada dua jenis diplomasi, yakni diplomasi lunak dan diplomasi keras. Mengutip buku Diplomasi, Keprotokolan, dan Praktik Sidang Internasional, Najamuddin, dkk (2020), arti diplomasi lunak mengacu pada upaya menjalin relasi dengan suatu Negara untuk membawa perdamaian dan mendukung terselenggarakannya. Demokrasi

Diplomasi lunak atau soft diplomacy termasuk salah satu strategi menjalin hubungan antarnegara yang tidak boleh disepelekan. Setiap negara perlu memiliki perwakilan yang dapat membawa pesan diplomasi sesuai tujuan negara yang diwakilinya.

Karakteristik diplomasi lunak yaitu tidak bersifat memaksa dan mementingkan nilai-nilai humanisme. Oleh karena itu, diplomasi lunak lebih menonjolkan kemampuan negosiasi. Indonesia termasuk salah satu negara yang gencar melakukan diplomasi lunak.

Tujuan diplomasi tersebut tidak hanya untuk keuntungan diri sendiri, namun juga memperjuangkan hak-hak golongan tertentu yang ada di negara lain. Misalnya, saat Indonesia membantu umat Muslim Uyghur yang tengah terlibar konflik di negaranya, China.

Perbedaan Diplomasi Lunak dan Diplomasi Keras

Ilustrasi Arti Diplomasi Lunak, sumber: unsplash/Matthew

Sekilas tidak jauh berbeda, tetapi sejatinya diplomasi lunak memiliki sejumlah perbedaan dengan diplomasi keras. Beberapa perbedaan tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Cara Menyelesaikan Konflik

Sesuai namanya, diplomasi lunak menyelesaikan konflik dengan upaya yang damai dan beradab. Misalnya, dengan menjalin dialog, bernegosiasi, kerja sama, memberi bantuan, dan lain-lain. Sementara itu, cara menyelesaikan konflik pada diplomasi keras menggunakan ancaman, tekanan, atau bahkan kekuatan militer untuk mencapai tujuannya.

2. Metode Pendekatan

Jika dilihat dari metode pendekatannya, diplomasi lunak lebih bersifat membujuk dan memanfaatkan budaya dan nilai-nilai kemanusiaan untuk menjalin hubungan yang lebih damai. Adapun pendekatan pada diplomasi keras terkesan lebih tegas, dominan, dan sering kali memicu ketegangan.

Baca juga: Digital Diplomasi: Memperluas Aktor Dalam Diplomasi Internasional

Arti diplomasi lunak yang dijelaskan di atas memberikan gambaran bahwa hubungan antarnegara sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perdamaian internasional. Adapun perbedaan diplomasi lunak dan diplomasi keras bisa dilihat dari cara penyelesaian konflik dan metode pendekatannya. (DLA)