Arti Malam Suro serta Tradisinya yang Berkembang di Indonesia

Konten dari Pengguna
31 Juli 2022 18:28
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustasi Malam Suro. Sumber: Pexels.com/eberhard grossgasteiger
zoom-in-whitePerbesar
Ilustasi Malam Suro. Sumber: Pexels.com/eberhard grossgasteiger
ADVERTISEMENT
Apa arti Malam Suro? Berikut adalah penjelasan arti Malam Suro serta tradisinya yang berkembang di Indonesia.
ADVERTISEMENT

Apa Arti Malam Suro?

Malam Suro merupakan sebuah istilah yang berkembang di Indonesia. Bagi Anda yang baru tinggal di Pulau Jawa atau di sekitar masyarakat Jawa mungkin akan bertanya-tanya tentang malam ini.
Arti Malam Suro itu sendiri adalah malam Satu Suro. Dikutip dari laman petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id, diketahui bahwa Satu Suro adalah awal bulan pertama dalam Tahun Baru Jawa (Kalender Jawa) yang bertepatan dengan 1 Muharam dalam kalender Hijriah (Islam).
Pada sistem penanggalan Jawa, pergantian hari ditandai dengan sejak terbenamnya matahari di hari sebelumnya. Jadi, bukan di tengah malam seperti pergantian hari pada kalender Masehi. Oleh sebab itu, perayaan Satu Suro dikenal juga sebagai perayaan Malam Satu Suro.

Tradisi Perayaan Malam Satu Suro di Indonesia

Mengutip dari buku Inovasi Musik untuk Anak Negeri Indonesia di SD karya Program Studi PGSD UMM Kelas D (2017), Esten menjelaskan bahwa pengertian tradisi adalah kebiasaan turun-temurun sekelompok masyarakat. Adapun pengertian tradisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat.
ADVERTISEMENT
Ternyata, di Indonesia tradisi Malam Satu Suro masih terus dijalankan, lho! Memangnya apa saja tradisi Malam Satu Suro di Indonesia?
Ilustrasi Tradisi di Indonesia. Sumber: Pexels.com/Maxime LEVREL
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tradisi di Indonesia. Sumber: Pexels.com/Maxime LEVREL

Macam-macam Tradisi Malam Satu Suro di Indonesia

Tradisi Malam Satu Suro sangat melekat bagi masyarakat Jawa dan budaya Jawa. Berikut adalah dua tradisi Malam Satu Suro yang masih dirayakan oleh masyarakat Jawa di Solo dan Yogyakarta.

1. Kirab Kebo Bule Kiai Slamet

Kirab Kebo Bule Kiai Slamet merupakan tradisi perayaan Malam Satu Suro di Solo. Kebo Bule Kiai Slamet dianggap sebagai keramat oleh masyarakat. Selain itu, Kerbau Bule Kiai Slamet juga termasuk dalam pusaka penting keraton, lho!

2. Mubeng Benteng di Yogyakarta

Mubeng Benteng merupakan tradisi perayaan Malam Satu Suro di Yogyakarta. Biasanya, masyarakat di sana akan turut serta mengitari benteng keraton Yogyakarta tanpa bicara sama sekali saat mengikuti tradisi ini.
ADVERTISEMENT
Seru, ya bahas tradisi Malam 1 Suro Indonesia? Kira-kira tradisi Indonesia bagian mana lagi yang ingin kamu ketahui? Terus ikuti Berita Terkini agar tidak ketinggalan, ya! (AA)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020