Konten dari Pengguna

Arti Peribahasa Ada Ubi Ada Talas dan Kumpulan Peribahasa Lainnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti peribahasa ada ubi ada talas. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti peribahasa ada ubi ada talas. Sumber: pexels.com

Peribahasa adalah salah satu bagian dari sastra Indonesia yang menarik untuk dipelajari. Apalagi ada banyak peribahasa yang tak jarang masih dipakai dalam percakapan sehari-hari, seperti ada ubi ada talas. Jadi, tidak heran jika banyak orang yang mencari arti peribahasa ada ubi ada talas tersebut.

Sebab, meski peribahasa ini cukup sering digunakan, tapi masih ada sebagian orang yang tidak tahu artinya. Oleh karena itu, dengan mencari tahu, maka seseorang dapat menambah wawasannya terkait peribahasa ini.

Arti Peribahasa Ada Ubi Ada Talas dan Peribahasa Lain

Ilustrasi arti peribahasa ada ubi ada talas. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Superlengkap Ringkasan Materi 7 in 1 SD/MI Kelas 4, 5, 6, Sri Dewi dkk (2022:101), peribahasa adalah kalimat atau kelompok kata yang susunannya tetap dan mengiaskan suatu maksud. Umumnya, peribahasa mengandung suatu aturan berperilaku, nasihat, prinsip hidup, perbandingan, atau perumpamaan.

Salah satu peribahasa yang hingga kini cukup populer di masyarakat adalah ada ubi ada talas. Adapun arti peribahasa ada ubi ada talas adalah setiap perbuatan baik selalu ada ganjaran kebaikannya; setiap perbuatan jahat pasti ada balasannya atau bisa juga kebaikan dibalas kebaikan dan kejahatan dibalas kejahatan.

Berikut ini adalah arti peribahasa lainnya yang tak kalah menarik untuk diketahui.

  1. Ada udang di balik batu: mempunyai tujuan (maksud) yang tersembunyi.

  2. Air beriak tanda tak dalam: orang yang banyak omongannya biasanya ilmunya kurang.

  3. Air di daun keladi: seseorang yang sangat sulit menerima saran (nasihat). Orang yang sukar sekali diajar.

  4. Ayam berkokok harikan siang: telah nyata (jelas). Sudah pasti.

  5. Bagai duri dalam daging: selalu ingat perasaan yang kurang menyenangkan hatinya.

  6. Bagai galah di tengah arus: selalu berkeluh kesah karena mendapatkan kemalangan (kesusahan).

  7. Bagai katak dalam tempurung: sangat sempit pengetahuan, pengalaman, dan juga pandangannya.

  8. Bagai mendapat durian runtuh: mendapat keuntungan besar yang tidak disangka-sangka.

  9. Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah: lebih baik mati daripada hidup dengan menanggung malu.

Baca Juga: Makna Peribahasa Hidup bagai Akar Benalu dan Peribahasa Bahasa Indonesia Lainnya

Itulah arti peribahasa ada ubi ada talas dan kumpulan peribahasa lainnya. Semoga bermanfaat. (Anne)