Aturan Penulisan Kutipan dari Sumber Tertulis yang Benar

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam membuat karya tulis ilmiah seperti jurnal atau skripsi ada beberapa aturan yang harus dipahami dan diterapkan oleh penulis. Salah satunya adalah aturan mengenai kutipan, karena dalam sebuah jurnal atau skripsi pasti menggunakan banyak referensi dari penelitian terdahulu atau teori dari orang lain. Sehingga untuk menghargai karya orang lain dan juga tidak plagiasi maka sebagai peneliti Anda harus menuliskan sumber kutipan yang Anda gunakan. Penulisan kutipan dari sumber tertulis yang benar adalah sesuai dengan aturan yang berlaku, berikut adalah aturannya lengkap.
Aturan Penulisan Kutipan dari Sumber Tertulis
Dalam aturan penulisan kutipan ada beberapa hal yang harus diperhatikan serta ada kaida tertentu. Misalnya dalam menuliskan kutipan langsung dan tidak langsung masing-masing memiliki penulisan yang berbeda.
Oleh karena itu penulisan kutipan dari sumber tertulis yang benar adalah sesuai dengan aturan yang berlaku, untuk aturan penulisan kutipan dengan menggunakan sistem Harvard adalah sebagai berikut yang dikutip dari buku Teknik Penulisan Karya Ilmiah karya Siti Kholipah dan Heni Subagiharti, (2018).
Kutipan ditulis dengan menggunakan "dua tanda petik” jika kutipan ini merupakan kutipan pertama atau dikutip dari penulisnya. Jika kutipan itu diambil dari kutipan, maka kutipan tersebut ditulis dengan menggunakan satu tanda petik.
Jika kalimat yang dikutip terdiri atas tiga baris atau kurang, maka kutipan ditulis dengan menggunakan tanda petik (sesuai ketentuan pertama) dan penulisannya digabung ke dalam paragraf yang ditulis oleh pengutip dan diketik dengan jarak spasi sesuai teknik pengetikan (dua spasi).
Contoh: Salah satu dimensi kehidupan afektif-emosional adalah kemampuan memberi dan menerima cinta, bukan cinta dalam arti yang penuh romantik atau memberikan perlindungan yang berlebihan, melainkan cinta dalam arti "...a relationship that nourish us as we give, and enrich us as we spend, and permits ego and alter ego to grow in mutual harmony” (Cole, 1993: 832).
Jika kalimat yang dikutip terdiri atas empat baris atau lebih, maka kutipan ditulis tanpa tanda kutip dan diketik dengan jarak baris satu spasi. Baris pertama diketik mulai pada pukulan keenam dan baris kedua diketik mulai pukulan keempat.
Jika bagian dari yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, maka penulisan bagian itu diganti dengan tiga buah titik. Contoh penulisannya dapat dilihat pada butir kedua di atas.
Demikian adalah pembahasan mengenai tata cara atau aturan penulisan dari sumber tertulis yang benar untuk karya tulis ilmiah. (WWN)
