Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Sunnah

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan niat puasa Qadha Ramadhan dan puasa sunnah paling lengkap di bulan Maret khusus untuk Anda. Jadi, pastikan baca artikel niat puasa Qadha Ramadhan dan puasa sunnah ini sampai akhir, ya!
Niat Puasa Qadha Ramadhan
Berikut bacaan niat puasa Qadha Ramadhan dan artinya yang dapat Anda pahami.
Nawaitu shauma ghadin’an qadha-i fardhi ramadhaana lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat berpuasa untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Berdasarkan niat puasa di atas, dapat dipahami bahwa puasa Qadha Ramadhan merupakan puasa untuk mengganti puasa Ramadhan. Apa maksudnya?
Maksudnya adalah umat Muslim yang meninggalkan puasa atau tidak dapat puasa di bulan Ramadhan maka wajib mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan di bulan-bulan setelah Ramadhan. Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 183 – 184.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ - ١٨٣
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ - ١٨٤
Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Berdasarkan ayat Alquran di atas, dapat dipahami bahwa ibadah puasa adalah perintah Allah SWT dan Allah SWT pula yang memerintahkan langsung untuk seorang Muslim mengganti puasanya sebanyak hari yang ditinggalkan.
Waktu untuk membayar utang puasa atau ganti puasa Ramadhan adalah setelah bulan Ramadhan hingga akhir bulan Syaban. Selama hari-hari tersebut bukan hari tasyrik atau hari dilarangnya puasa bagi umat Islam seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, dan sebagainya. Wallahu a’lam bish-shawab.
Jadi, Anda masih bisa melakukan puasa Qadha Ramadhan di bulan Maret 2022 sebab dalam Kalender Hijriah masih bulan Syaban 1443. Selain menunaikan ibadah puasa ganti Ramadhan, Anda juga dapat menunaikan ibadah puasa sunnah di bulan Maret bila utang puasa Anda sudah lunas. Berikut beberapa niat puasa sunnah yang dapat Anda kerjakan di bulan Maret.
Kumpulan Niat Puasa Sunnah di Bulan Maret
Bila utang puasa Anda sudah lunas, Anda dapat menunaikan ibadah puasa sunnah di bulan Maret di antaranya adalah sebagai berikut.
Puasa Senin Kamis, yakni pada tanggal 7, 10, 14, 17, 21, 24, 28, dan 31 Maret 2022
Puasa Ayyamul Baidh, yakni pada tanggal 16, 17, dan 18 Maret 2022
Berikut adalah niat puasa sunnah Senin Kamis yang dilansir dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII karya H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah.
Niat Puasa Senin
Nawaitu sauma gadin fi yaumil-isnaini sunnatal lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat puasa besok pada hari Senin sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Kamis
Nawaitu sauma gadin fi yaumil-khamisi sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat puasa besok pada hari Kamis sunnah karena Allah Ta’ala.”
Berikut adalah niat puasa Ayyamul Baidh yang dilansir dari Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin untuk melengkapi ibadah Anda.
Niat Puasa Ayyamul Baidh
Nawaitu shauma ayyaamil baidhi sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat puasa pada Hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta’ala”.
Sekian informasi tentang niat puasa Qadha Ramadhan dan puasa sunnah kali ini. Selamat menunaikan ibadah puasa. (AA)
