Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan di Hari Senin

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa qadha adalah puasa yang dilakukan seorang Muslim untuk mengganti puasa wajib yang ditinggalkannya. Dalam melaksanakan puasa qadha, ada bacaan niat yang harus dibaca sebelum menjalankan puasa qadha. Jika Anda belum mengetahui bacaan niat puasa qadha Ramadhan di hari senin, dalam artikel ini, Anda dapat menyimaknya.
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan di Hari Senin
Menurut Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah oleh Nur Solikhin (2018: 110), kata qadha merupakan bentuk masdar dari kata dasar qadha yang berarti memenuhi atau melaksanakan. Berdasarkan istilah ilmu fiqih, qadha berarti sebagai pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh syariat Islam.
Orang-orang yang harus menjalankan puasa qadha di antaranya adalah wanita yang sedang haid, wanita yang sedang dalam masa nifas, wanita hamil, orang yang sedang sakit, dan orang yang sedang dalam perjalanan atau musafir.
Baca juga: Puasa Qadha Boleh Hari Apa Saja? Begini Ketentuannya
Waktu untuk menjalankan puasa qadha sangatlah panjang, yakni antara bulan Syawal hingga datangnya bulan Ramadhan berikutnya. Puasa qadha lebih baik jika dilaksanakan dengan segera. Jika seseorang menunda-nunda puasa qadha, maka dikhawatirkan ia akan lupa jika masih mempunyai utang puasa.
Bacaan niat puasa qadha Ramadhan di hari Senin dan artinya adalah sebagai berikut:
"Nawaitu shauma ghadin 'an qadhaa-i fardhi ramadhaana lillahi ta'aala."
Artinya: "Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'aala"
Tata Cara Melaksanakan Puasa Qadha
Berikut ini adalah beberapa tata cara melaksanakan puasa qadha, yaitu:
Membaca niat puasa qadha.
Melaksanakan puasa qadha dengan segera.
Dianjurkan untuk melaksanakan puasa qadha secara berurutan. Puasa qadha harus dilaksanakan sebanyak puasa Ramadhan yang telah ditinggalkan.
Puasa qadha dilaksanakan setelah terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Tidak ada ketentuan puasa qadha harus dimulai dari hari apa, namun puasa qadha dianjurkan untuk dilaksanakan secara berurutan. Jika Anda memiliki utang puasa sebanyak 7 hari, Anda dapat memulai puasa selama seminggu mulai dari hari Senin atau hari Selasa hingga hari-hari berikutnya sampai hutang puasa terpenuhi.
Meskipun demikian, jumhur ulama memakruhkan pelaksanaan puasa qadha di hari Jumat secara tersendiri. Namun, jika pelaksanaannya digabungkan pada hari sebelumnya, yaitu Kamis atau pada hari Sabtu, maka tidak masalah.
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda:
"Janganlah salah seorang kalian berpuasa di hari Jumat kecuali satu hari sebelumnya atau sesudahnya." (HR Bukhari dan Muslim).
Selain itu, pelaksanaannya juga tidak boleh di waktu-waktu yang diharamkan berpuasa, yakni pada hari raya dan hari-hari tasyrik.
Sebelum melaksanakan puasa qadha Ramadhan, Anda harus membaca niat puasa qadha Ramadhan terlebih dahulu. Itulah penjelasan mengenai bacaan niat puasa qadha Ramadhan di hari Senin. Semoga bermanfaat. (IND)
