Konten dari Pengguna

Bacaan Renungan Sabtu Suci yang Menyentuh Hati

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bacaan Renungan. (Foto: reenablack by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bacaan Renungan. (Foto: reenablack by https://pixabay.com)

Dalam agama Katolik, Sabtu Suci merupakan momen untuk memperingati tubuh Yesus Kristus yang dibaringkan dikubur setelah Dia disalibkan pada Jumat Agung. Adapun Sabtu Suci juga menjadi momen penantian kebangkitan Yesus di hari Minggu Paskah. Oleh karena itu, umat Kristen melakukan renungan Sabtu Suci sebagai refleksi diri.

Sabtu Suci dapat disebut sebagai Sabtu yang mencekam, menggetarkan, tetapi sekaligus juga menjadi Sabtu yang Suci. Nah, artikel kali ini akan memuat renungan Sabtu Suci yang menyentuh hati sebagai bahan refleksi diri.

Bacaan Renungan di Hari Sabtu Suci

Ilustrasi Bacaan Renungan. (Foto: jclk8888 by https://pixabay.com)

Dikutip dari buku Renungan Harian yang ditulis oleh Tim Penulis RH (2018: 6), berikut adalah bacaan renungan Sabtu Suci sebagai bahan refleksi bagi umat kristiani:

Menampakkan Diri

Nats Alkitab: Yohanes 20: 24–29

Sejak zaman dahulu, ada yang mengatakan bahwa kebangkitan Tuhan Yesus hanyalah isu. Mereka memilih untuk tidak percaya kalau Yesus telah bangkit pada hari ketiga setelah Dia dikuburkan.

Thomas, salah satu murid Yesus, ketika itu pun juga tidak percaya dengan kebangkitan Tuhan Yesus. Padahal, Thomas yang disebut Didimus bahkan siap mati untuk Tuhan. Namun, Thomas kecewa karena Tuhan Yesus telah mati, sehingga ia meninggalkan orang percaya lainnya dan menyendiri. Ia tidak bersama dengan murid-murid lainnya ketika Yesus menampakkan diri (ayat 24).

Namun, teman-temannya tidak meninggalkan Thomas. Ketika murid-murid lainnya mengatakan bahwa mereka telah melihat Tuhan, Thomas tetap tidak percaya. Thomas mengatakan, sebelum dirinya mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tangannya ke dalam lambungNya, sekali-kali ia tidak akan percaya.

Mungkin kita juga pernah kecewa setelah menerima dan mengenal Kristus, masalah seringkali bertubi-tubi menimpa kita. Atau apa yang terjadi di dalam hidup kita, tidak sesuai dengan harapan kita. Kita kecewa dan meninggalkan persekutuan.

Tuhan tidak menampakkan dirinya kepada kita seperti yang Ia lakukan pada Thomas. Namun, Tuhan sendiri berkata, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya, berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.

Itulah bahan renungan Sabtu Suci. Sungguh besar kasih Allah kepada kita umat manusia. Oleh karena itu, sudah semestinya kita bersyukur atas kebesaran kasih Allah kepada kita. Amin! (CHL)