Konten dari Pengguna

Bacaan Shalat Jenazah dan Tata Cara Pelaksanaannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

tempat pemakaman, sumber foto: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
tempat pemakaman, sumber foto: https://www.pexels.com/

Kematian adalah takdir Allah SWT dan setiap muslim wajib untuk mengetahui tata cara melaksanakan shalat jenazah, yang hukumnya adalah fardhu kifayah dan artinya jika terdapat seseorang yang sudah mengurusi jenazah maka kewajiban yang lainnya gugur. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“tidaklah seorang muslim meninggal, lalu dishalatkan oleh kaum muslimin yang jumlahnya mencapai serratus orang, semanya mendo’akan untuknya, niscaya mereka bias memberikan syafaat untuk si mayit” (HR. Muslim no 947).

Bacaan Shalat Jenazah dan Tata Cara Pelaksanaannya

Saat menshalati mayat juga, ada dua bacaan untuk shalat jenazah. Yaitu untuk jenazah yang berjumlah satu dan jenazah yang berjumlah banyak. Berikut adalah bacaan shalat jenazah untuk jenazah berjumlah satu orang.

أصلي على هذا الميت/ هذه الميتة الله تعالى

Ushalli’alaa haadzal mayyiti/haadzihil mayyitati lillahi ta’aalaa

Yang artinya ”saya berniat menshalati mayat ini (lelaki: haadza, perempuan: haadzihii) karena mengharap ridha Allah Ta’alla”

Apabila terdapat banyak jenazah maka membaca bacaan sebagai berikut:

أصلي على من حضر من أموات المسلمين

Ushallii ‘alaa man hadhara min amwaatil muslimiin

Mengkutip buku Paduan Praktis Shalat Jenazah dan Perawatan karya Ahmad Fathoni El-Kaysi (2018: 55), setelah menyebutkan nama-nama jenazah gunakanlah doa: Ushallii ‘alaa man hadhara min amwaatil muslimiin.

Yang artinya “saya berniat menshalati orang-orang Islam yang mati yang diharapkan kami semua ini.

Shalat jenazah juga terdapat tata cara yang wajib dijalani. Berikut ini adalah tata cara shalat jenazah

a. Niat.

Niat dibaca dalam hati dan tidak perlu dilafalkan.

b. berdiri bagi yang mampu

c. melakukan takbir sebanyak 4 kali termasuk takbiratul ihram

d. membaca surat al-fatihah. Tidak perlu membaca do’a iftitah sebelum membaca surat al-fatihah

e. membaca shalawat nabi setelah takbir kedua

contoh shalawat nabi:

اللهم صلعلى سيدنا محمد

Allaahumma shalli ’alla sayyidinaa Muhammad

Yang artinya “ya Allah limpahkanlah shalawat kepada tuan kami Muhammad”

f. mendoakan jenazah setelah takbir ketiga

contoh doa:

اللهم اغفر له الها، وارحمه/ها، وعافه ها، واعف عنه اها

Allahummaghfir lahuu/lahaa, warhamhuu/haa, wa’arfihii wa’fu ‘anhuu/haa

Artinya “ya allah ampunilah dia, berikannlah rahmat dan sejahteera dan maafkanlah dia”

g. mengucap salam pertama setelah takbir keempat

(MZM)