Bacaan Surat Al Anbiya 87 beserta Arti dan Kandungannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Anbiya 87 merupakan salah satu surat dalam Alquran yang memiliki kandungan khusus yang bermanfaat bagi siapapun yang mengamalkannya. Bagaimana arti dan kandungan dari surat Al Anbiya ayat 87 ini? Mari simak jawabannya dalam artikel berikut ini.
Kandungan Surat Al Anbiya 87 dan Keutamaannya
Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang juga berfungsi sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat Muslim. Dalam kitab suci ini kita dapat menemukan berbagai hukum, kisah bahkan bacaan dan amalan sunnah yang dianjurkan untuk diamalkan. Salah satunya tertuang dalam surat Al Anbiya 87.
Surat Al Anbiya 87 merupakan surat yang berisi mengenai doa yang dibaca oleh Nabi Yunus saat berada di dalam perut ikan Nun. Kisah Nabi Yunus tersebut juga dijelaskan dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi yang disusun oleh Syamsuddin Noor, S.Ag. (2008:288) yang menyebutkan bahwa saat Nabi Yunus AS berada di dalam ikan Nun, ia mengalami keadaan payah dengan banyak cedera karena berada di dalam perut ikan Nun selama berhari-hari, sehingga Allah SWT memerintahkan ikan Nun untuk mengeluarkan Nabi Yunus AS dari dalam perutnya.
Selama berada di dalam perut ikan Nun, Nabi Yunus terus membaca doa yang berisi permohonan ampun kepada Allah atas dosa yang telah dilakukannya dan juga pengakuan dosa yang dilakukan oleh diri Nabi Yunus. Kisah Nabi Yunus ini dapat kita ketahui dalam Alquran surat Al Anbiya 87 lengkap dengan latin dan artinya berikut ini:
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira 'alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn
Artinya: Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". (QS. Al Anbiya:87)
Dari pemaparan surat Al Anbiya 87 tersebut kita dapat mengetahui bahwa Nabi Yunus membaca doa permohonan ampun dan juga pujian yang banyak kepada Allah SWT agar dapat memperoleh pertolongan dari Allah. Hal tersebut rupanya termasuk keutamaan yang dapat kita peroleh jika mau mengamalkan doa yang tertuang dalam ayat tersebut secara rutin di sela doa harian kita.
Keutamaan bacaan doa Nabi Yunus yang tertuang dalam surat Al Anbiya 87 disebutkan dalam buku berjudul From Hijrah Till Jannah: Istiqamah Hingga ke Surga-Nya yang disusun oleh Yovie Kyu, Q-Writing Consulting (2017:83) yang memaparkan bahwa sesungguhnya tidak ada seorang Muslim pun yang berdoa dengan doa Nabi Yunus tersebut dalam suatu masalah yang dihadapinya melainkan Allah akan mengabulkan doanya.
Dengan memahami bagaimana isi kandungan surat Al Anbiya 87 yang dipaparkan dalam artikel ini dapat Anda jadikan motivasi untuk mengamalkan doa yang disebutkan di dalamnya di sela-sela doa yang Anda panjatkan setiap hari. Semoga kita dapat selalu istiqomah menjalankan ajaran agama dan mengamalkan sunnah Nabi dalam kehidupan kita. (DAP)
