Konten dari Pengguna

Bacaan Surat Al-Waqiah Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 10 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bacaan Surat Al-Waqiah. Foto: unsplash.com/rachidnl
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bacaan Surat Al-Waqiah. Foto: unsplash.com/rachidnl

Al-Quran adalah kitab yang diciptakan Allah SWT kepada para umat-Nya. Disetiap surat dalam Al-Quran memiliki keutaaan, hal tersebut juga berlaku pada Surat Al-Waqiah. Keutamaan dari Surat Al-Waqiah disebutkan dalam banyak hadits, salah satunya adalah memperlancar rezeki. Bagi Anda yang hendak membaca surat yang satu ini, berikut bacaan surat Al-Waqiah Arab Latin, dan terjemahan dalam bahasa Indonesia.

Bacaan Surat Al-Waqiah

Surat Al-Waqiah adalah surat yang ke-56 dalam susunan Al-Quran yang terdiri dari 96 ayat. Surat yang termasuk golongan surat Makkiyah ini diambil dari lafal al-waqi’ah pada ayat yang pertama yang artinya kiamat.

Ustadz Ramadhan AM dalam bukunya yang berjudul Rahasia Dahsyat Al-Fatihah, Ayat Kursi Dan Al-Waqiah Untuk Kesuksesan Karier Dan Bisnis (2020:105), Surat Al-Waqiah dikenal sebagai surat penarik rezeki. jika ingin lancar rezekinya, maka amalkan surat yang satu ini. Sebagaimana dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan jatuh miskin selamanya.”

Adapun bacaan surat Al-Waqiah dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yakni:

Ilustrasi Bacaan Surat Al-Waqiah. Foto: unsplash.com/masjidmaba

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ﴿ ١﴾

idzaa waqa'ati alwaaqi'atu

Apabila terjadi hari kiamat,

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ﴿ ٢﴾

laysa liwaq'atihaa kaadzibatun

tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.

خَافِضَةٌ رَافِعَةٌ ﴿ ٣﴾

khaafidhatun raafi'atun

(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),

إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا ﴿ ٤﴾

idzaa rujjati al-ardhu rajjaan

apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا ﴿ ٥﴾

wabussati aljibaalu bassaan

dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,

فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا ﴿ ٦﴾

fakaanat habaa-an munbatstsaan

maka jadilah ia debu yang beterbangan,

وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً ﴿ ٧﴾

wakuntum azwaajan tsalaatsatan

dan kamu menjadi tiga golongan.

فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ﴿ ٨﴾

fa-ash-haabu almaymanati maa ash-haabu almaymanati

Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu

وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ﴿ ٩﴾

wa-ash-haabu almasy-amati maa ash-haabu almasy-amati

Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ ﴿ ١٠﴾

waalssaabiquuna alssaabiquuna

Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,

أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ ﴿ ١١﴾

ulaa-ika almuqarrabuuna

Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.

فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿ ١٢﴾

fii jannaati alnna'iimi

Berada dalam jannah kenikmatan.

ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ ﴿ ١٣﴾

tsullatun mina al-awwaliina

Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

وَقَلِيلٌ مِنَ الْآخِرِينَ ﴿ ١٤﴾

waqaliilun mina al-aakhiriinaa

dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian

عَلَىٰ سُرُرٍ مَوْضُونَةٍ ﴿ ١٥﴾

'alaa sururin mawdhuunatin

Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata,

مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ ﴿ ١٦﴾

muttaki-iina 'alayhaa mutaqaabiliina

seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.

يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ ﴿ ١٧﴾

yathuufu 'alayhim wildaanun mukhalladuuna

Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,

بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ ﴿ ١٨﴾

bi-akwaabin wa-abaariiqa waka/sin min ma'iinin

dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir,

لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُونَ ﴿ ١٩﴾

laa yushadda'uuna 'anhaa walaa yunzifuuna

mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ ﴿ ٢٠﴾

wafaakihatin mimmaa yatakhayyaruuna

dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ ﴿ ٢١﴾

walahmi thayrin mimmaa yasytahuuna

dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.

وَحُورٌ عِينٌ ﴿ ٢٢﴾

wahuurun 'iinun

Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli,

كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ ﴿ ٢٣﴾

ka-amtsaali allu/lui almaknuuni

laksana mutiara yang tersimpan baik.

جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿ ٢٤﴾

jazaa-an bimaa kaanuu ya'maluuna

Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا ﴿ ٢٥﴾

laa yasma'uuna fiihaa laghwan walaa ta/tsiimaan

Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,

إِلَّا قِيلًا سَلَامًا سَلَامًا ﴿ ٢٦﴾

akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.

وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ ﴿ ٢٧﴾

wa-ash-haabu alyamiini maa ash-haabu alyamiini

Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.

فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ ﴿ ٢٨﴾

fii sidrin makhdhuudin

Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,

وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ ﴿ ٢٩﴾

wathalhin mandhuudin

dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

وَظِلٍّ مَمْدُودٍ ﴿ ٣٠﴾

wazhillin mamduudin

dan naungan yang terbentang luas,

وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ ﴿ ٣١﴾

wamaa-in maskuubin

dan air yang tercurah,

وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ ﴿ ٣٢﴾

wafaakihatin katsiiratin

dan buah-buahan yang banyak,

لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ ﴿ ٣٣﴾

laa maqthuu'atin walaa mamnuu'atin

yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.

وَفُرُشٍ مَرْفُوعَةٍ ﴿ ٣٤﴾

wafurusyin marfuu'atin

dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً ﴿ ٣٥﴾

innaa ansya/naahunna insyaan

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung

فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا ﴿ ٣٦﴾

faja'alnaahunna abkaaraan

dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.

عُرُبًا أَتْرَابًا ﴿ ٣٧﴾

'uruban atraabaan

penuh cinta lagi sebaya umurnya.

لِأَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿ ٣٨﴾

li-ash-haabi alyamiini

(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,

ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ ﴿ ٣٩﴾

tsullatun mina al-awwaliina

(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.

وَثُلَّةٌ مِنَ الْآخِرِينَ ﴿ ٤٠﴾

watsullatun mina al-aakhiriina

dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.

وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ ﴿ ٤١﴾

wa-ash-haabu alsysyimaali maa ash-haabu alsysyimaali

Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?

فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ ﴿ ٤٢﴾

fii samuumin wahamiimin

Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih,

وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ ﴿ ٤٣﴾

wazhillin min yahmuumin

dan dalam naungan asap yang hitam.

لَا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ ﴿ ٤٤﴾

laa baaridin walaa kariimin

Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُتْرَفِينَ ﴿ ٤٥﴾

innahum kaanuu qabla dzaalika mutrafiina

Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan.

وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِ ﴿ ٤٦﴾

wakaanuu yushirruuna 'alaa alhintsi al'azhiimi

Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.

وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ﴿ ٤٧﴾

wakaanuu yaquuluuna a-idzaa mitnaa wakunnaa turaaban wa'izhaaman a-innaa lamab'uutsuuna

Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?

أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ ﴿ ٤٨﴾

awa aabaaunaa al-awwaluuna

apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?"

قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ ﴿ ٤٩﴾

qul inna al-awwaliina waal-aakhiriina

Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,

لَمَجْمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ ﴿ ٥٠﴾

lamajmuu'uuna ilaa miiqaati yawmin ma'luumin

benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.

ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ ﴿ ٥١﴾

tsumma innakum ayyuhaa aldhdhaalluuna almukadzdzibuuna

Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,

لَآكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ ﴿ ٥٢﴾

laaakiluuna min syajarin min zaqquumin

benar-benar akan memakan pohon zaqqum,

فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ ﴿ ٥٣﴾

famaali-uuna minhaa albuthuuna

dan akan memenuhi perutmu dengannya.

فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ ﴿ ٥٤﴾

fasyaaribuuna 'alayhi mina alhamiimi

Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.

فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ ﴿ ٥٥﴾

fasyaaribuuna syurba alhiimi

Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.

هَٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ ﴿ ٥٦﴾

haadzaa nuzuluhum yawma alddiini

Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan".

نَحْنُ خَلَقْنَاكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ ﴿ ٥٧﴾

nahnu khalaqnaakum falawlaa tushaddiquuna

Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تُمْنُونَ ﴿ ٥٨﴾

afara-aytum maa tumnuuna

Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.

أَأَنْتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ ﴿ ٥٩﴾

a-antum takhluquunahu am nahnu alkhaaliquuna

Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ ﴿ ٦٠﴾

nahnu qaddarnaa baynakumu almawta wamaa nahnu bimasbuuqiina

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,

عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِي مَا لَا تَعْلَمُونَ ﴿ ٦١﴾

'alaa an nubaddila amtsaalakum wanunsyi-akum fii maa laa ta'lamuuna

untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الْأُولَىٰ فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ ٦٢﴾

walaqad 'alimtumu alnnasy-ata al-uulaa falawlaa tadzakkaruuna

Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ ﴿ ٦٣﴾

afara-aytum maa tahrutsuuna

Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.

أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ ﴿ ٦٤﴾

a-antum tazra'uunahu am nahnu alzzaari'uuna

Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya?

لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ ﴿ ٦٥﴾

law nasyaau laja'alnaahu huthaaman fazhaltum tafakkahuuna

Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang.

إِنَّا لَمُغْرَمُونَ ﴿ ٦٦﴾

innaa lamughramuuna

(Sambil berkata): "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian",

بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ ﴿ ٦٧﴾

bal nahnu mahruumuuna

bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.

أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ ﴿ ٦٨﴾

afara-aytumu almaa-a alladzii tasyrabuuna

Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.

أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ ﴿ ٦٩﴾

a-antum anzaltumuuhu mina almuzni am nahnu almunziluuna

Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?

لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ ﴿ ٧٠﴾

law nasyaau ja'alnaahu ujaajan falawlaa tasykuruuna

Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?

أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ ﴿ ٧١﴾

afara-aytumu alnnaara allatii tuuruuna

Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu).

أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُونَ ﴿ ٧٢﴾

a-antum ansya/tum syajaratahaa am nahnu almunsyi-uuna

Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?

نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ ﴿ ٧٣﴾

nahnu ja'alnaahaa tadzkiratan wamataa'an lilmuqwiina

Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ﴿ ٧٤﴾

fasabbih biismi rabbika al'azhiimi

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.

فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ ﴿ ٧٥﴾

falaa uqsimu bimawaaqi'i alnnujuumi

Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.

وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ ﴿ ٧٦﴾

wa-innahu laqasamun law ta'lamuuna 'azhiimun

Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿ ٧٧﴾

innahu laqur-aanun kariimun

Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,

فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ ﴿ ٧٨﴾

fii kitaabin maknuunin

pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ﴿ ٧٩﴾

laa yamassuhu illaa almuthahharuuna

tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.

تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿ ٨٠﴾

tanziilun min rabbi al'aalamiina

Diturunkan dari Rabbil ´alamiin.

أَفَبِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَنْتُمْ مُدْهِنُونَ ﴿ ٨١﴾

afabihaadzaa alhadiitsi antum mudhinuuna

Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?

وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ ﴿ ٨٢﴾

wataj'aluuna rizqakum annakum tukadzdzibuuna

kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.

فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ ﴿ ٨٣﴾

falawlaa idzaa balaghati alhulquuma

Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,

وَأَنْتُمْ حِينَئِذٍ تَنْظُرُونَ ﴿ ٨٤﴾

wa-antum hiina-idzin tanzhuruunaa

padahal kamu ketika itu melihat,

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلَٰكِنْ لَا تُبْصِرُونَ ﴿ ٨٥﴾

wanahnu aqrabu ilayhi minkum walaakin laa tubshiruuna

dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,

فَلَوْلَا إِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ ﴿ ٨٦﴾

falawlaa in kuntum ghayra madiiniina

maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?

تَرْجِعُونَهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ﴿ ٨٧﴾

tarji'uunahaa in kuntum shaadiqiina

Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?

فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ ﴿ ٨٨﴾

fa-ammaa in kaana mina almuqarrabiina

adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ ﴿ ٨٩﴾

farawhun warayhaanun wajannatu na'iimin

maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan.

وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿ ٩٠﴾

wa-ammaa in kaana min ash-haabi alyamiini

Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,

فَسَلَامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿ ٩١﴾

fasalaamun laka min ash-haabi alyamiini

maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.

وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ ﴿ ٩٢﴾

wa-ammaa in kaana mina almukadzdzibiina aldhdhaalliina

Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,

فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ ﴿ ٩٣﴾

fanuzulun min hamiimin

maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,

وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ ﴿ ٩٤﴾

watashliyatu jahiimin

dan dibakar di dalam jahannam.

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ ﴿ ٩٥﴾

inna haadzaa lahuwa haqqu alyaqiini

Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ﴿ ٩٦﴾

fasabbih biismi rabbika al'azhiimi

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar.

Itulah bacaan surat Al-Waqiah dan terjemahan. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Manfaat Surat Al Waqiah dan Waktu yang Tepat untuk Membacanya

(MZM)