Konten dari Pengguna

Badai Topan Nargis: Faktor Iklim yang Berpengaruh dan Negara Terjadinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Badai Topan Nargis: Faktor Iklim yang Berpengaruh                 Sumber Unsplash/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Badai Topan Nargis: Faktor Iklim yang Berpengaruh Sumber Unsplash/Getty Images

Kondisi iklim yang mirip membuat negara-negara di ASEAN memiliki peristiwa alam yang hampir sama. Pada badai topan Nargis, faktor iklim yang berpengaruh adalah tekanan udara.

Terjadinya peristiwa alam dapat terbagi karena faktor sumber daya alam, faktor iklim, dan faktor geologi. Faktor iklim yang dapat menimbulkan berbagai bencana adalah siklon tropis, La Nina, dan El Nino.

Badai Topan Nargis: Faktor Iklim yang Berpengaruh pada Tekanan Udara

Ilustrasi Badai Topan Nargis: Faktor Iklim yang Berpengaruh Sumber Unsplash/SB Stock

Beberapa negara tetangga di ASEAN pernah mengalami peristiwa alam yang bersifat merusak dan merugikan. Berdasarkan buku 99% Sukses Menghadapi Ulangan Harian SD/MI Kelas 6, Tim Guru Eduka (2018:184), pada badai topan Nargis, faktor iklim yang berpengaruh adalah sebagai berikut.

1. Siklon Tropis

Topan Nargis adalah bencana badai angin kencang dengan kecepatan hingga 190 km/jam. Pada bulan Mei 2008, badai ini telah menghancurkan lima wilayah di Myanmar.

Faktor iklim terjadinya adalah tekanan udara yang disebut siklon tropis. Siklon tropis merupakan angin yang bergerak kencang, sambil berputar ke atas mengelilingi suatu pusat, yang sumbernya berada di daerah tropis.

Siklon tropis adalah bagian dari sistem perputaran udara, yang memindahkan panas dari daerah khatulistiwa ke garis lintang yang lebih tinggi.

Gejala siklon tropis dapat menimbulkan badai yang merusak dengan hujan lebat dan kecepatan angin mencapai 300 km/jam. Negara yang sering terkena dampak siklon tropis adalah negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Australia.

Siklon tropis memiliki nama lain di setiap negara, misalnya Taifun di Filipina, Nargis di Myanmar, Lekima di Vietnam, atau Willy di Australia.

2. La Nina dan El Nino

La Nina adalah proses mendinginnya suhu permukaan air laut di bawah rata-rata pada kawasan Pasifik Timur dan sekitar khatulistiwa.

Gejala alam ini membawa pengaruh cuaca basah yang ditandai dengan tetap tingginya curah hujan pada masa curah hujan seharusnya turun. Gejala ini dapat menyebabkan hujan lebat, badai tropis, dan banjir.

El Nino merupakan gejala kebalikan dari La Nina. El Nino adalah gejala menghangatnya temperatur permukaan air laut di atas rata-rata.

Daerah yang dilanda El Nino biasanya ditandai dengan panas yang tidak normal, dan mengganggu pola curah hujan dan angin. Gejala ini menyebabkan beberapa kawasan dilanda kekeringan.

Negara yang merasakan dampak dari gejala La Nina dan El Nino adalah negara-negara yang berhadapan langsung dengan perairan Pasifik.

Baca juga: Perbedaan Antara Badai, Siklon, dan Topan?

Faktor iklim yang dapat menimbulkan gejala alam adalah siklon tropis, La Nina, dan El Nino. Pada badai topan Nargis, faktor iklim yang berpengaruh adalah siklon tropis. (DK)