Bagaimana Teknik Memasuki Garis Finish untuk Lomba Lari Jarak Pendek?

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap cabang olahraga atletik mempunyai teknik tersendiri. Salah satu contoh, yaitu teknik memasuki garis finish pada lomba lari jarak pendek. Teknik memasuki garis finish untuk lomba lari jarak pendek adalah lari terus tanpa mengubah sikap.
Selain cara tersebut, ada dua teknik lain untuk memasuki garis finish saat lomba lari jarak pendek. Dua teknik lain itu meliputi memajukan dada dengan kedua tangan lurus ke belakang atau memutar dada ke salah satu sisi.
Teknik Memasuki Garis Finish untuk Lomba Lari Jarak Pendek adalah Lari Terus Tanpa Mengubah Sikap
Lari jarak pendek merupakan jenis lari dalam cabang olahraga atletik. Layaknya cabang olahraga atletik, lari jarak pendek juga mempunyai sejumlah teknik penting. Salah satu teknik dalam lari jarak pendek adalah teknik memasuki garis finish.
Dikutip dari buku Mengenal Olahraga Atletik (Cabang Lari dan Lempar), Yuliatin dan Haryanto (2012: 27 – 28), berikut adalah tiga teknik untuk memasuki garis finish yang biasa dilakukan oleh pelari.
Lari terus tanpa mengubah sikap lari.
Dada maju atau menundukkan kepala dengan kedua tangan lurus ke belakang.
Salah satu bahu maju ke depan, yakni dada diputar ke salah satu sisi.
Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa teknik memasuki garis finish untuk lomba lari jarak pendek adalah lari terus tanpa mengubah sikap. Selain itu, pelari juga dapat menggunakan menundukkan kepala atau salah satu bahu maju.
Seluk-beluk Lari Jarak Pendek
Setelah mengetahui teknik memasuki garis finish pada lari jarak pendek, sekarang adalah saat untuk mengenal seluk-beluk olahraga lari jarak pendek. Seluk-beluk dasar mengenai lari jarak pendek dapat meliputi klasifikasi lari dan sarana dan prasarana.
1. Klasifikasi pada Lari Jarak Pendek
Jika melihat namanya, setiap orang tentu mengetahui bahwa lari jarak pendek waktunya relatif singkat karena lintasan yang pendek. Namun, pengetahuan tersebut belum lengkap karena kata “pendek” yang mempunyai nilai relatif.
Faktanya, lari jarak pendek mempunyai klasifikasi yang jelas tergantung dari panjang lintasan. Dikutip dari buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk Kelas X, Irwansyah (2006: 40), berikut adalah tiga macam klasifikasi lari jarak pendek.
Lari jarak 100 meter untuk putra dan putri (short sprint).
Lari jarak 200 meter untuk putra dan putri (medium sprint).
Lari jarak 400 meter untuk putra dan putri (long sprint).
2. Sarana dan Prasarana Lari Jarak Pendek
Selain memiliki klasifikasi, lari jarak pendek juga memiliki standar sarana dan prasarana. Mengutip dari buku yang sama, Irwansyah (2006: 40), berikut adalah sarana dan prasarana lari jarak pendek.
Tempat start (start block).
Sepatu lari sprint (spike) dengan ketentuan ditelapak depan terdapat enam buah paku.
Suara tembakan pistol aba-aba atau bisa juga menggunakan peluit/bendera.
Lintasan lari.
Baca juga: Jarak yang Biasa Ditempuh pada Lari Cepat atau Jarak Pendek dalam Ilmu Olahraga
Jadi, teknik memasuki garis finish untuk lomba lari jarak pendek adalah lari terus tanpa mengubah sikap. Selain itu, pelari jarak pendek juga dapat finish dengan teknik menundukkan kepala atau salah satu bahu maju. (AA)
