Konten dari Pengguna

Bagian dari Tanaman Sagu untuk Menyimpan Produk Pangannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tanaman sagu menyimpan produk pangannya di bagian - Sumber: pixabay.com/emessess
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanaman sagu menyimpan produk pangannya di bagian - Sumber: pixabay.com/emessess

Tahukah bahwa tanaman sagu menyimpan produk pangannya di bagian batang? Tanaman sagu (Metroxylon sagu) adalah sumber utama pati di banyak daerah tropis, terutama di Asia Tenggara dan Melanesia.

Produk pangan utama yang dihasilkan oleh tanaman sagu adalah pati sagu, yang disimpan di dalam batangnya. Tanaman ini masih termasuk dalam keluarga Arecaceae atau palem-paleman.

Tanaman Sagu Menyimpan Produk Pangannya di Bagian Batang

Ilustrasi tanaman sagu menyimpan produk pangannya di bagian - Sumber: pixabay.com/sarangib

Tanaman sagu tumbuh subur di daerah berawa, tanah gambut, dan sepanjang tepian sungai yang berair. Tanaman ini dapat bertahan di kondisi tanah yang tergenang air dan miskin nutrisi. Satu hal yang menarik dari tanaman ini adalah proses penyimpanan produk pangannya.

Tanaman sagu menyimpan produk pangannya di bagian batang. Pati sagu disimpan di dalam batang tanaman sagu. Batang ini juga dikenal sebagai empulur atau teras batang. Batang sagu memiliki struktur yang kaya akan serat dan jaringan parenkim yang mengandung pati.

Perlu diketahui bahwa tanaman sagu dapat mencapai ketinggian hingga 25 meter. Batangnya yang besar serta kokoh merupakan sumber pati yang melimpah.

Tanaman sagu biasanya dipanen ketika berumur sekitar 10-15 tahun, saat kandungan patinya mencapai puncak. Proses panen melibatkan penebangan batang sagu. Berikut adalah urutan prosesnya:

  1. Setelah batang ditebang, kulit kerasnya dikupas untuk mengakses empulur yang mengandung pati. Batang kemudian dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil untuk memudahkan pengolahan lebih lanjut.

  2. Potongan-potongan batang yang mengandung empulur dihaluskan atau dihancurkan untuk melepaskan pati. Proses ini biasanya dilakukan dengan menghancurkan batang menggunakan alat tradisional seperti parut besar atau alat mekanis modern.

  3. Empulur yang telah dihancurkan dicampur dengan air untuk mencuci pati. Campuran ini kemudian disaring untuk memisahkan pati dari serat dan kotoran lainnya.

  4. Hasil saringan berupa suspensi pati dan air, yang kemudian didiamkan untuk mengendapkan pati di dasar wadah.

  5. Pati yang mengendap diambil dan dikeringkan untuk menghasilkan tepung sagu. Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur di bawah sinar matahari atau menggunakan alat pengering mekanis.

Baca Juga: 4 Upaya yang Dilakukan untuk Mengangkat Jenis Produk Pangan Sagu

Berdasarkan keterangan di buku Mengenal Sagu, Makanan Pokok Masyarakat Maluku, Gagan Harry, (2021), di beberapa daerah, tepung sagu digunakan sebagai bahan pangan pokok. Terutama dalam bentuk makanan seperti papeda (bubur sagu), sagu lempeng, dan sagu bakar.

Tanaman sagu menyimpan produk pangannya di bagian batang. Penyimpanan berupa bentuk tabung dalam batang yang berisi pati sagu. Pati sagu memiliki berbagai manfaat, baik sebagai pangan pokok maupun bahan industri. (DNR)