Bahasa Jawa: Contoh Tembang Sinom beserta Guru Lagu, Guru Wilangan, Guru Gatra

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tembang sinom dalam bahasa Jawa merupakan salah satu bukti kekayaan seni tradisional Indonesia. Contoh tembang sinom beserta guru lagu, guru wilangan, lan guru gatra mempunyai banyak variasi narasi atau syair.
Rata-rata tembang sinom dalam kesenian masyarakat Jawa memiliki syair yang mengarah pada pesan untuk mencari ilmu, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu agama. Pesan tersebut merupakan bekal bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan.
Contoh Tembang Sinom beserta Guru Lagu, Guru Wilangan, lan Guru Gatra
Contoh tembang sinom beserta guru lagu, guru wilangan, lan guru gatra mempunyai banyak variasi syair. Variasi tersebut dapat terjadi karena pesan dalam tembang sinom mencakup rangkaian nasihat bagi generasi muda, misalnya pesan untuk menuntut ilmu.
Dikutip dari buku Filsafat Ku, Aldawamy (2020: 59), berikut adalah contoh tembang sinom beserta maknanya dalam bahasa Indonesia.
A. Syair Tembang Sinom
Nuladha laku utama
Tumraping wong tanah Jawi
Wong agung ing Ngeksiganda
Panembahan Senapati
Kepati amarsudi
Sudane hawa lan nepsu
Pinesu tapa brata
Tanapi ing siyang ratri
Amemangun karyenak tyas ing sasama
B. Makna Tembang Sinom dalam Bahasa Indonesia
Contohlah perilaku utama
Bagi kalangan orang Jawa (Nusantara)
Penguasa dari Ngeksiganda (Mataram)
Panembahan Senopati
Yang selalu tekun
Mengurangi hawa nafsu
Dengan jalan prihatin (bertapa)
Baik siang maupun malam
Selalu berkarya membuat tenteram bagi sesama
Contoh tembang sinom di atas memuat pesan tentang anjuran mencontoh perilaku Panembahan Senopati. Perilaku tersebut mencakup ketekunan, mengurangi hawa nafsu, serta selalu menghasilkan karya yang membuat ketenteraman.
Seluk-beluk Tembang Sinom dalam Bahasa Jawa
Setiap syair dalam bahasa daerah di Indonesia selalu mempunyai ketentuan khusus, demikian pula dengan tembang Jawa. Hal itu dapat terlihat dari eksistensi tembang sinom yang mempunyai aturan guru lagu, guru wilangan, dan guru gatra.
A. Guru Lagu
Guru lagu merupakan istilah yang merujuk pada persamaan bunyi pada akhir baris. Guru lagu tembang sinom, yaitu a, i, a, i, i, u, a, i, a.
B. Guru Wilangan
Guru wilangan merupakan istilah yang merujuk pada jumlah suku kata dalam setiap baris. Guru wilangan tembang sinom adalah 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12.
C. Guru Gatra
Guru gatra merupakan istilah yang merujuk pada jumlah baris dalam satu bait tembang. Guru gatra tembang sinom adalah sembilan baris.
Selain ciri khas berupa guru lagu, wilangan, dan gatra, tembang sinom juga memiliki ciri khas lain. Mengutip dari buku yang sama karya Aldawamy (2020: 58), sinom juga menggambarkan cerita masa muda yang indah serta penuh dengan harapan.
Baca juga: Arti Kata pada Tembang dan Contohnya dalam Bahasa Jawa
Contoh tembang sinom beserta guru lagu, guru wilangan, lan guru gatra dalam bahasa Jawa adalah syair yang menjelaskan karakter baik dari Panembahan Senopati. Tembang tersebut memiliki aturan khusus, salah satunya harus terdiri dari sembilan baris. (AA)
