Konten dari Pengguna

Bahasa Jawa: Contoh Tembang Sinom beserta Guru Lagu, Guru Wilangan, Guru Gatra

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Tembang Sinom beserta Guru Lagu, Guru Wilangan, lan Guru Gatra. Sumber: Unsplash/Ramadhany DS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Tembang Sinom beserta Guru Lagu, Guru Wilangan, lan Guru Gatra. Sumber: Unsplash/Ramadhany DS

Tembang sinom dalam bahasa Jawa merupakan salah satu bukti kekayaan seni tradisional Indonesia. Contoh tembang sinom beserta guru lagu, guru wilangan, lan guru gatra mempunyai banyak variasi narasi atau syair.

Rata-rata tembang sinom dalam kesenian masyarakat Jawa memiliki syair yang mengarah pada pesan untuk mencari ilmu, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu agama. Pesan tersebut merupakan bekal bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan.

Contoh Tembang Sinom beserta Guru Lagu, Guru Wilangan, lan Guru Gatra

Ilustrasi Contoh Tembang Sinom beserta Guru Lagu, Guru Wilangan, lan Guru Gatra. Sumber: Unsplash/Manja Vitolic

Contoh tembang sinom beserta guru lagu, guru wilangan, lan guru gatra mempunyai banyak variasi syair. Variasi tersebut dapat terjadi karena pesan dalam tembang sinom mencakup rangkaian nasihat bagi generasi muda, misalnya pesan untuk menuntut ilmu.

Dikutip dari buku Filsafat Ku, Aldawamy (2020: 59), berikut adalah contoh tembang sinom beserta maknanya dalam bahasa Indonesia.

A. Syair Tembang Sinom

Nuladha laku utama

Tumraping wong tanah Jawi

Wong agung ing Ngeksiganda

Panembahan Senapati

Kepati amarsudi

Sudane hawa lan nepsu

Pinesu tapa brata

Tanapi ing siyang ratri

Amemangun karyenak tyas ing sasama

B. Makna Tembang Sinom dalam Bahasa Indonesia

Contohlah perilaku utama

Bagi kalangan orang Jawa (Nusantara)

Penguasa dari Ngeksiganda (Mataram)

Panembahan Senopati

Yang selalu tekun

Mengurangi hawa nafsu

Dengan jalan prihatin (bertapa)

Baik siang maupun malam

Selalu berkarya membuat tenteram bagi sesama

Contoh tembang sinom di atas memuat pesan tentang anjuran mencontoh perilaku Panembahan Senopati. Perilaku tersebut mencakup ketekunan, mengurangi hawa nafsu, serta selalu menghasilkan karya yang membuat ketenteraman.

Seluk-beluk Tembang Sinom dalam Bahasa Jawa

Ilustrasi Contoh Tembang Sinom beserta Guru Lagu, Guru Wilangan, lan Guru Gatra. Sumber: Unsplash/Adrian Hartanto

Setiap syair dalam bahasa daerah di Indonesia selalu mempunyai ketentuan khusus, demikian pula dengan tembang Jawa. Hal itu dapat terlihat dari eksistensi tembang sinom yang mempunyai aturan guru lagu, guru wilangan, dan guru gatra.

A. Guru Lagu

Guru lagu merupakan istilah yang merujuk pada persamaan bunyi pada akhir baris. Guru lagu tembang sinom, yaitu a, i, a, i, i, u, a, i, a.

B. Guru Wilangan

Guru wilangan merupakan istilah yang merujuk pada jumlah suku kata dalam setiap baris. Guru wilangan tembang sinom adalah 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12.

C. Guru Gatra

Guru gatra merupakan istilah yang merujuk pada jumlah baris dalam satu bait tembang. Guru gatra tembang sinom adalah sembilan baris.

Selain ciri khas berupa guru lagu, wilangan, dan gatra, tembang sinom juga memiliki ciri khas lain. Mengutip dari buku yang sama karya Aldawamy (2020: 58), sinom juga menggambarkan cerita masa muda yang indah serta penuh dengan harapan.

Baca juga: Arti Kata pada Tembang dan Contohnya dalam Bahasa Jawa

Contoh tembang sinom beserta guru lagu, guru wilangan, lan guru gatra dalam bahasa Jawa adalah syair yang menjelaskan karakter baik dari Panembahan Senopati. Tembang tersebut memiliki aturan khusus, salah satunya harus terdiri dari sembilan baris. (AA)