Bedanya IPK dan IPS dalam Dunia Perkuliahan Lengkap dengan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

IPK dan IPS merupakan akronim yang sering muncul dalam pembahasan seputar dunia perkuliahan. Walaupun sering muncul, beberapa orang terutama mahasiswa baru masih belum mengetahui bedanya IPK dan IPS secara jelas.
Ketidaktahuan seperti itu wajar terjadi karena IPK dan IPS sama-sama mencakup nilai perkuliahan dan sama-sama muncul setelah UAS (Ujian Akhir Semester) selesai. Namun, keduanya tidak serupa karena memiliki dasar perhitungan yang berbeda.
Bedanya IPK dan IPS dalam Dunia Perkuliahan
IPK dan IPS merupakan dua akronim seputar nilai di dunia perkuliahan. Walaupun sama-sama seputar nilai IPK dan IPS secara umum tetap berbeda. Berikut adalah x cara untuk mengetahui bedanya IPK dan IPS.
1. Lihat Kepanjangannya
IPK merupakan akronim dari Indeks Prestasi Kumulatif, sedangkan IPS merupakan akronim dari Indeks Prestasi Semester. Jadi, ‘Kumulatif’ dan ‘Semester’ adalah kata kunci pembeda antara IPK dan IPS.
2. Pahami Konsepnya
Dikutip dari buku Kitab Suci Kuliah, Sudarman (2019: 56), IPK merupakan indikator yang menunjukkan performa mahasiswa selama kuliah. IPK akan selalu terakumulasi dari semester 1, 2, 3, dan seterusnya (selama kuliah).
Berbeda dengan IPK, IPS merupakan indikator yang menunjukkan performa mahasiswa selama satu semester. IPS setiap semester memungkinkan untuk berbeda dengan IPK karena IPS tidak melibatkan nilai-nilai terdahulu di semester sebelumnya.
3. Ketahui Dasar Perhitungannya
Dasar perhitungan IPK adalah jumlah seluruh nilai mata kuliah yang telah ditempuh oleh mahasiswa dibagi jumlah mata kuliah. Adapun dasar perhitungan IPS adalah jumlah nilai mata kuliah di suatu semester dibagi jumlah mata kuliah di semester tersebut.
Contoh Perhitungan IPK dan IPS di Kampus
IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) dan IPS (Indeks Prestasi Semester) umumnya selalu muncul di akun kampus tempat mahasiswa menempuh pendidikan. Walaupun dapat muncul secara otomatis, mahasiswa tetap perlu memahami perhitungannya.
Berikut adalah contoh perhitungan IPK dan IPS mahasiswa yang telah menempuh pendidikan selama 2 semester.
Mahasiswa menempuh mata kuliah sebanyak 20 SKS di semester 1 dengan total nilai 80. Hal itu berarti bahwa IPS pertama mahasiswa tersebut adalah 80 dibagi 20, yaitu 4,00. Mahasiswa tersebut baru menjalani kuliah 1 semester sehingga IPK-nya pun 4,00.
Pada semester 2, mahasiswa tersebut menempuh 22 SKS dengan total nilai 86. Hal itu berarti bahwa IPS kedua mahasiswa tersebut adalah 86 dibagi 22, yaitu 3,91. Namun, IPK pada semester dua bukan 3,91.
IPK pada semester 2 adalah jumlah total nilai semester 1 ditambah jumlah total nilai semester 2 dibagi total mata kuliah yang ditempuh. Berikut adalah perhitungannya:
Total nilai dua semester = 166.
Total mata kuliah dua semester = 42.
IPK = Rata-Rata Nilai Kumulatif
IPK = 166 : 42
IPK = 3,95
Baca juga: Ketahui Syarat Cumlaude Unair dan Tip Mendapatkannya
Jadi, bedanya IPK dan IPS dalam dunia perkuliahan terletak pada skala ukurnya. IPK memperhitungkan seluruh nilai dan jumlah mata kuliah secara kumulatif, sedangkan IPS hanya memperhitungkan nilai dan jumlah mata kuliah di semester tertentu. (AA)
