Beginilah Teknik Pemurnian Air Secara Sederhana

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Air adalah kebutuhan penting bagi umat manusia. Air yang berkualitas, khususnya air yang betul-betul murni adalah hal yang paling diinginkan. Agar air yang kurang berkualitas dapat dikonsumsi, perlu teknik pemurnian air yang bisa dilakukan secara sederhana.
Indonesia yang memiliki kontur daratan yang bervariasi setiap daerahnya membuat kualitas air tanah yang dihasilkan tidak sama. Oleh sebab itu, teknik permunian tersebut diperlukan
Teknik Pemurnian Air Secara Sederhana
Mengutip buku IPA Kelas 9 Semester 2 Kurikulum Revisi 2018, Siti Zubaidah, dkk (2018:247), pemurnian air dilakukan agar dapat mengurangi atau menghilangkkan zat berbahaya bagi tubuh.
Pemurnian air dapat dilakukan melalui proses penyaringan menggunakan beberapa lapisan untuk mengendapkan kotoran yang terkandung dalam air.
Lapisan penyaringan yang perlu disiapkan adalah batu, pasir, kerikil, arang dan ijuk. Sebelum digunakan, bersihkan semua bahan-bahan yang telah dikumpulkan tersebut.
Sebelum membuat alat untuk teknik pemurnian air secara sederhana, yang pertama adalah siapkan dua bak penampung air yang memiliki lubang aliran air yang letaknya di dasar bak.
Bak penampung air berjumlah 2 (dua) buah dan diletakkan dibawah sumber air untuk bak pertama dan dibawah bak pertama ditaruh bak kedua.
Untuk isi bak pemurnian air secara sederhana adalah sebagai berikut:
1. Bak Pertama
Bak pertama berfungsi sebagai pengendap. Di bak ini isi dengan batu kali yang volumenya maksimal setengah dari luas bak. Ingat, sumber air harus jatuh dari atas dan air yang keluar dari bak ini juga harus lancar untuk menuju bak kedua.
2. Bak Kedua
Bak kedua berfungsi sebagai penyaring. Jika memungkinkan, ukuran bak kedua ini diusahakan memiliki desain yang tinggi karena akan ada beberapa bahan yang dimasukan di bak ini.
Untuk urutan bahan-bahan penyaring yang dimasukan di bak ini adalah, dimulai dari bawah:
Batu (setinggi 15 cm)
Kerikil (setinggi 10 cm)
Arang tempurung kelapa (setinggi 15 cm)
Pasir halus (setinggi 20 cm)
Ijuk (setinggi 20 cm)
Pasir halus lagi (setinggi 15 cm)
Ijuk (setinggi 15 cm)
Air pertama kali diendapkan di bak pertama untuk mengurangi kotoran yang berat. Kemudian air mengalir ke bak kedua yang berfungsi sebagai penyaring untuk menyerap partikel-partikel yang tersisa dari bak pertama.
Baca Juga: Menilik Instalasi Pemurnian Air Hwaseong Korea, Apa Bedanya dengan Indonesia?
Begitulah teknik pemurnian air secara sederhana. Masyarakat bisa mencobanya sendiri dirumah. (ARD)
