Bentuk-Bentuk Perlawanan Pangeran Antasari terhadap Bangsa Belanda

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pangeran Antasari adalah salah satu tokoh penting bagi bangsa Indonesia terutama rakyat Banjar karena telah berani melawan Belanda. Bentuk-bentuk perlawanan Pangeran Antasari terhadap bangsa tersebut pun beragam.
Berbagai bentuk perlawanan tersebut patut dipelajari untuk diambil hikmahnya. Salah satunya adalah menyerang tambang batu bara.
Bentuk-Bentuk Perlawanan Pangeran Antasari
Menurut buku Kisah 124 Pahlawan & Pejuang Nusantara, Gamal Komandoko (2006: 54), Pangeran Antasari adalah putra Pangeran Mashud dan cucu Pangeran Amir. Semasa hidupnya, Pangeran Antasari menjabat sebagai sultan di Kesultanan Banjar, Kalimantan.
Saat Belanda datang ke daerahnya dan melakukan hal yang semena-semena kepada rakyat Banjar, Pangeran Antasari berani untuk melawannya. Bentuk-bentuk perlawanan Pangeran Antasari terhadap penjajah Belanda antara lain.
Menyerang tambang batu bara di Pengaron bersama pasukannya
Melaksanakan taktik perang gerilya
Menyelundupkan senjata demi bisa melawan bangsa Belanda dengan dibantu oleh para pangeran dari Banjar
Merebut tambang milik Belanda bernama Nassau Oranje
Menyerang pos Belanda di berbagai daerah, yaitu di pesisir Sungai Barito, Martapura, Riam Kanan, serta Hulu Sungai
Menduduki Gunung Jabuk yang dikuasai oleh Belanda
Menduduki Benteng Pengaron
Membangun kerajaan baru di pedalaman Kalimantan dengan membangun benteng pertahanan
Baca juga: Sejarah Perlawanan Pattimura terhadap Belanda
Hasil dari Berbagai Bentuk Perlawanan Pangeran Antasari
Setelah melakukan berbagai perlawanan terhadap bangsa Belanda, ternyata Pangeran Antasari bersama rakyat Banjar mengalami kekalahan. Hal ini diperparah dengan adanya wabah cacar yang menjangkiti rakyat.
Pangeran Antasari juga mengalami cacar. Sayangnya, Pangeran Antasari wafat di umur 75 tahun akibat penyakit tersebut beserta masalah pada paru-parunya.
Bagaimanapun juga, perjuangan rakyat Banjar melawan penjajah tak berhenti begitu saja. Hal ini disebabkan rakyat Banjar tetap bersemangat untuk melawan bangsa Belanda hingga beberapa dekade. Beragam tokoh pun gugur dalam perlawanan tersebut.
Akhirnya, perlawanan rakyat Banjar benar-benar berhenti saat Belanda berhasil menang pada tahun 1905. Kemenangan ini ditandai dengan runtuhnya Kesultanan Banjar setelah diperintahkan oleh Belanda.
Bentuk-bentuk perlawanan Pangeran Antasari di atas bisa menjadi motivasi untuk tetap semangat untuk berjuang. Terlebih lagi dalam hal membela rakyat dan kebenaran. (LOV)
