Bentuk Perjuangan Tri Koro Dharmo sesuai Fakta Sejarah

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bentuk perjuangan Tri Koro Dharmo adalah wawasan yang perlu diketahui oleh generasi muda di masa kini. Tri Koro Dharmo itu sendiri merupakan organisasi pemuda yang dibentuk pada 7 Maret 1915 oleh Satiman Wirjosandjojo, Sudarno, dan Kadarman.
Tujuan organisasi ini yaitu untuk menciptakan wadah pembinaan untuk para pemuda Tanah Air, sehingga dapat menimbulkan rasa cinta terhadap kebudayaan sendiri. Memahami perjuangan organisasi ini sangat penting untuk meningkatkan nasionalisme bangsa.
Tujuan Tri Koro Dharmo
Sebelum mengetahui bentuk perjuangan Tri Koro Dharmo, sebaiknya pahami terlebih dahulu fakta tentang tujuan pembentukan organisasi tersebut. Mengutip buku Revolusi Politik Kaum Muda oleh M.U.S. Hasibuan (2008: 27), Tri Koro Dharmo memiliki arti "Tiga Tujuan Mulia", di antaranya yaitu sakti, budi, dan bakti.
Namun, saat kongres pertama pada 12 Juni 1918 di Solo, Tri Koro Dharmo berganti nama menjadi Jong Java. Pembentukan Tri Koro Dharmo tidak terlepas dari pengaruh organisasi Budi Utomo yang menjadi organisasi pergerakan nasional pertama di Indonesia.
Pendirian Tri Koro Dharmo secara umum bertujuan untuk menciptakan tempat pelatihan dan pembinaan untuk para pemuda Indonesia sehingga lebih cinta tanah air dan mengenal kebudayaannya sendiri.
Selain itu, kehadiran organisasi ini juga bertujuan untuk memperkuat kebudayaan Jawa dan membina persaudaraan antarsuku bangsa Indonesia.
Bentuk Perjuangan Tri Koro Dharmo
Tri Koro Dharmo yang namanya telah berubah menjadi Jong Java menyelenggarakan kongres kedua di Yogyakarta pada 1919. Kongres tersebut membahas tentang beberapa topik, di antaranya yaitu:
Milisi untuk bangsa Indonesia
Perguruan tinggi
Sejarah tanah Sunda
Kedudukan wanita Sunda
Arti pendirian nasional Jawa dalam pergerakan rakyat
Mengubah bahasa Jawa menjadi lebih demokratis
Membangunkan Jawa Raya dan mengembangkan persatuan antarsuku bangsa di Indonesia.
Saat dalam kongres kelima pada 1922 di Solo, Jong Java menegaskan bahwa mereka tidak akan bergerak dalam bidang politik. Kegiatan yang dilakukan oleh organisasi ini hanya dalam ranah sosial, budaya, literasi, seni, dan sejenisnya.
Jadi, bentuk perjuangan organisasi ini dilakukan melalui jalur kesenian dan pendidikan. Walaupun tidak menyentuh aspek politik, namun Jong Java tetap memastikan bahwa para anggotanya dapat berkontribusi dalam membangkitkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia.
Baca juga: Sejarah Kelahiran Jong Java Sebagai Organisasi Pemuda Indonesia
Berdasarkan sejarah, bentuk perjuangan Tri Koro Dharmo yang dibahas di atas menggambarkan bahwa organisasi tersebut berkontribusi besar dalam memajukan kesejahteraan rakyat. Langkah ini ditempuh melalui gerakan sosial, pendidikan, dan kesenian. (DLA)
