Bentuk Sosialisasi yang Dialami dalam Keluarga dan Prosesnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan bentuk sosialisasi yang Anda alami di dalam keluarga dan bagaimana proses tersebut terjadi! Salah satu penyebab terjadinya sosialisasi yakni karena adanya agen primer atau keluarga.
Tujuan sosialisasi yaitu mengajarkan kebudayaan yang berlaku dari segi peran dan status sosial dalam kelompok tertentu kepada individu. Adapun sosialisasi dalam keluarga adalah cara memberikan nilai-nilai kepada anak, baik itu agama, moral, dan sosial.
Bentuk Sosialisasi yang Dialami dalam Keluarga
Bentuk sosialisasi yang dialami dalam keluarga disebut dengan sosialisasi primer. Sosialisasi primer umumnya dialami oleh anak sejak bayi hingga remaja. Setelah melewati tahap ini, anak akan mengalami sosialisasi sekunder.
Sosialisasi primer yang dialami anak dalam keluarganya mengajarkan individu tersebut menjadi anggota keluarga melalui segala sesuatu yang diamatinya dari lingkungan sekitar. Dengan begitu, maka kepribadian individu dapat terbentuk. Beberapa bentuk sosialisasi yang dialami anak dalam keluarga yakni sebagai berikut:
1. Nilai-nilai Keagamaan
Nilai-nilai keagamaan diajarkan untuk membimbing anak agar menjadi pribadi yang beriman. Melalui nilai-nilai ini, anak dapat menjalankan kewajiban dalam beragama dengan baik. Contohnya yaitu sholat, membaca Al-Qur’an, berpuasa, dan lain-lain.
2. Sikap Gotong Royong
Dalam keluarga, anak juga diajarkan tentang pentingnya gotong royong. Seiring dengan berkembangnya zaman, Sikap gotong royong di kalangan generasi muda semakin pudar. Oleh karena itu, keluarga memiliki peran penting untuk mendidik anaknya untuk memiliki sikap yang satu ini.
3. Budi Pekerti yang Luhur
Orang Timur dikenal memiliki budi pekerti yang luhur. Hal ini karena budi pekerti menjadi patokan untuk bersikap dalam kehidupan sehari-hari.
Orang tua yang baik tentu mengajarkan anaknya tentang budi pekerti yang baik dalam berbagai aktivitas. Misalnya, seperti cara menghormati orang yang lebih tua, etika saat di transportasi umum, dan lain sebagainya.
4. Toleransi
Toleransi adalah salah satu hal penting yang perlu diajarkan dalam lingkungan keluarga. Toleransi adalah sikap menghargai perbedaan, baik itu perbedaan agama, budaya, ras, dan lain sebagainya. Anak yang dibesarkan dengan sikap toleransi tidak akan mudah menghina orang lain yang berbeda pandangan dengannya.
Baca juga: 5 Bentuk Sosialisasi dalam Keluarga yang Sering Terjadi
Itulah beberapa contoh bentuk sosialisasi yang dialami di dalam keluarga. Dengan begitu, setiap anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang paham tentang nilai-nilai agama, sosial, dan moral. (DLA)
