Konten dari Pengguna

Berjemur di Sinar Matahari yang Baik Jam Berapa? Ini Penjelasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sinar matahari yang baik. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Sinar matahari yang baik. Sumber: unsplash.com

Sinar matahari memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh karena mengandung vitamin yang bagus bagi pertumbuhan tulang. Jadi, tidak heran jika berjemur di waktu yang tepat sangat disarankan bagi semua orang. Sayangnya, masih banyak orang yang bingung waktu berjemur di sinar matahari yang baik jam berapa. Padahal sebenarnya para dokter sudah memberikan penjelasan terkait hal ini.

Berjemur di Sinar Matahari yang Baik Jam Berapa?

Sinar matahari yang baik. Sumber: unsplash.com

Sinar matahari termasuk sumber vitamin D alami terbesar yang sangat baik bagi tubuh manusia. Meski begitu, waktu berjemur menjadi hal yang sangat krusial agar bisa merasakan manfaatnya dengan maksimal. Jadi, waktu berjemur di sinar matahari yang baik jam berapa? Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya yang dikutip dari buku Autoimmune: The True Story karya Marisza Cardoba Foundation (2017:255).

a. Matahari Pagi

Mayoritas orang beranggapan jika waktu terbaik untuk berjemur adalah di pagi hari. Meski banyak yang setuju, namun ada beberapa ahli yang berpendapat lain. Sebab, di pagi hari, matahari berada di bawah horizon yang berbatasan dengan permukaan bumi atau laut. Pada posisi ini, matahari hanya memancarkan sinar UVA dan sedikit sinar UVB.

Sedangkan paparan sinar UVA yang berlebihan dapat meningkatkan risiko melanoma daripada UVB. Hal ini juga berlaku di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Menurut penelian yang pernah dilakukan, pancaran sinar UVB tertinggi di Indonesia terjadi pada pukul 11 hingga 1 siang. Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk berjemur pada jam 10 pagi hingga 3 sore selama 5 sampai 20 menit setiap harinya.

b. Matahari Sore

Paparan matahari sore, terutama setelah jam 4 sore bukanlah waktu yang tepat untuk mendapatkan vitamin D. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Proceedings of The National Academy of Sciences, matahari sore bisa meningkatkan risiko kanker kulit hingga 500%. Sayangnya, penelitian ini baru diujicoba pada tikus sehingga para peneliti memerlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui efek pastinya.

Semoga penjelasan di atas bisa menjawab kebingungan Anda. (Anne)