Besaran Bunyi: Pengertian dan Jenisnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunyi bisa dihasilkan oleh berbagai benda atau makhluk hidup. Bunyi juga selalu ada dalam keseharian. Selain familiar, bunyi juga dipelajari dalam Fisika. Salah satu materi yang dipelajari mengenai bunyi adalah besaran bunyi. Besaran bunyi adalah besaran untuk mengukur gelombang frekuensi.
Selain memahami besaran, jenis-jenis bunyi juga harus dipelajari. Dengan mempelajari bunyi, wawasan siswa tentang Fisika bisa bertambah.
Besaran Bunyi: Besaran untuk Mengukur Gelombang Frekuensi
Supomo dalam Intisari Fisika untuk SMP (2008:33-34) menjelaskan bahwa bunyi merupakan jenis getaran dari suatu benda yang dapat dideteksi dengan telinga.
Bunyi memiliki beberapa sifat sebagai berikut:
dapat dipantulkan
merupakan hasil getaran
merambat melalui zat perantara
merambat melalui zat padat, cair, dan gas
Besaran bunyi adalah besaran untuk mengukur gelombang frekuensi, taraf intensitas, cepat rambat bunyi, intensitas bunyi, dan asas Doppler. Cepat rambat bunyi merupakan jarak yang ditempuh oleh bunyi setiap detiknya.
Adapun asas Doppler menyatakan bahwa:
Jika pendengar dan sumber bunyi saling mendekati, maka bunyi terdengar lebih tinggi dibandingkan jika jarak antara pendengar dan sumber bunyi tetap.
Bila sumber bunyi saling menjauhi, maka bunyi akan terdengar lebih rendah dibandingkan jika jarak pendengar dan sumber bunyi sama.
Jenis-Jenis Bunyi
Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini penjelasan jenis-jenis bunyi:
1. Bunyi infrasonik
Bunyi infrasonik merupakan bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz. Bunyi jenis ini tidak terdengar oleh telinga manusia. Hewan yang bisa mendengar bunyi ini misalnya adalah anjing.
2. Bunyi audiosonik
Bunyi audiosonik merupakan bunyi yang frekuensinya antara 20 Hz sampai 20.000 Hz sehingga bisa didengar oleh telinga manusia.
3. Bunyi ultrasonik
Bunyi ultrasonik merupakan jenis bunyi yang memiliki frekuensi di atas 20.000 Hz. Bunyi jenis ini juga tidak bisa didengar manusia. Contoh hewan yang bisa mendengar bunyi ultrasonik adalah kelelawar dan lumba-lumba.
4. Bunyi tidak beraturan (desah)
Bunyi tidak beraturan merupakan bunyi yang jumlah getaran tiap detiknya tidak sama. Contohnya adalah suara ombak dan angin.
4. Bunyi keras (dentum)
Bunyi keras merupakan jenis bunyi berfrekuensi tinggi namun masih terdengar oleh telinga manusia. Contohnya bunyi pistol dan bom.
5. Bunyi beraturan (nada)
Bunyi beraturan merupakan jenis bunyi yang memiliki jumlah getaran sama dan tetap tiap detiknya. Bunyi jenis ini biasanya dihasilkan oleh alat musik.
Baca juga: Bunyi, Rumus, dan Contoh Soal Hukum Proust
Jadi, besaran bunyi adalah besaran untuk mengukur gelombang frekuensi, taraf intensitas, cepat rambat bunyi, intensitas bunyi, dan asas Doppler. (KRIS)
